JAKARTA, DDTCNews - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,2%, baik pada tahun ini maupun tahun depan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan didukung penguatan konsumsi rumah tangga serta penguatan investasi. Meski begitu, estimasi pertumbuhan ekonomi itu masih dibayangi oleh risiko pelemahan akibat El Nino berkepanjangan, serta tingginya suku bunga global.
"Proyeksi pertumbuhan tetap didukung oleh permintaan domestik dan penguatan investasi swasta, meski terdapat sejumlah risiko yang memerlukan pemantauan cermat," tulis ADB dalam Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2026, dikutip Jumat (25/9/2026).
El Nino yang berkelanjutan bakal menekan pertumbuhan sektor pertanian dan ketersediaan komoditas pangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan kepada pelaku usaha pada sektor pertanian sembari memastikan ketersediaan pasokan pangan.
Sementara itu, tingginya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral di berbagai negara juga berpotensi mendorong kenaikan bunga pinjaman. Kenaikan bunga pada akhirnya akan menghambat laju penanaman modal asing di Indonesia.
"Meningkatnya biaya pinjaman dan kondisi keuangan yang mengetat dapat meningkatkan financing cost, membatasi arus modal masuk, serta melemahkan investasi swasta," tulis ADB dalam publikasinya.
Perlu dicatat, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2%, ADB menaikkan proyeksi inflasi Indonesia dari 3% menjadi 3,3% untuk 2026. Adapun proyeksi inflasi 2027 juga dikoreksi dari awalnya 2,5% menjadi sebesar 3%.
"Inflasi diperkirakan akan naik pada 2026, mencerminkan dampak transmisi parsial dari tekanan harga energi global dan inflasi impor. Inflasi akan melandai secara bertahap pada 2027 mendekati titik tengah sasaran inflasi," tulis ADB. (rig)
