[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pagu BGN Diefisienkan Rp30 T, Target Penerima MBG Tetap Terlampaui

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Sabtu, 05 September 2026 | 13.30 WIB
Pagu BGN Diefisienkan Rp30 T, Target Penerima MBG Tetap Terlampaui
<p>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz</p>

JAKARTA, DDTCNews — Badan Gizi Nasional (BGN) mengeklaim pagu belanja sudah diefisienkan dari rencana awal.

Merujuk pada Nota Keuangan RAPBN 2027, pagu belanja BGN pada 2027 diusulkan senilai Rp240,2 triliun. Pagu tersebut sudah lebih rendah bila dibandingkan dengan pagu indikatif yang senilai Rp270,2 triliun.

"Pagu indikatif berdasarkan surat bersama pagu indikatif sebesar Rp270,2 triliun, sedangkan pagu anggaran berdasarkan surat bersama pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun. Angka Rp240,2 triliun inilah yang menjadi dasar rencana kerja dan anggaran (RKA) yang kami sampaikan," ujar Kepala BGN Sudaryono, dikutip pada Sabtu (5/9/2026).

Dari pagu belanja BGN sebesar Rp240,2 triliun, senilai Rp232,88 triliun di antaranya akan dialokasikan untuk penyediaan makan bergizi gratis (MBG) bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Meski terdapat efisiensi pagu belanja senilai kurang lebih Rp30 triliun, Sudaryono mengungkapkan MBG tetap akan menjangkau 72,46 juta penerima manfaat yang terdiri atas 60,59 juta peserta didik dan 11,86 juta penerima manfaat pada kelompok lainnya.

Menurut Sudaryono, jumlah penerima MBG yang ditetapkan pada tahun depan sudah melampaui target penerima manfaat pada RPJMN 2027 yang sebanyak 64,94 juta orang.

Adapun sisa pagu belanja senilai Rp7,33 triliun akan dialokasikan untuk program dukungan manajemen. Pagu belanja non-MBG ini akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi, penguatan kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, serta penguatan tata kelola.

Tidak hanya itu, anggaran juga akan digunakan untuk mendukung standardisasi dapur, melatih petugas penjamah makanan, serta memantau mutu dan keamanan pangan.

"BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," kata Sudaryono.

Sebagai informasi, pajak masih menjadi kontributor utama dalam target pendapatan negara yang diusulkan oleh pemerintah dalam RAPBN 2027. Target penerimaan pajak pada 2027 diusulkan senilai Rp2.591,4 triliun atau 75,63% dari total pendapatan negara Rp3.426 triliun. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.