JAKARTA, DDTCNews — Professional Service (PS) Centre resmi meluncurkan cabang barunya di Jakarta pada hari ini, Jumat (4/9/2026). PS Centre bertujuan untuk menjembatani pebisnis yang berencana melakukan kegiatan usaha di suatu negara dengan akuntan, praktisi pajak, penasihat hukum, konsultan, serta profesional lain yang memiliki pengetahuan mengenai pasar lokal.
Perwakilan PS Centre Alliance sekaligus CEO Institute of Singapore Chartered Accountants (ISCA) Fann Kor mengatakan perusahaan Singapura yang menghadapi persoalan bisnis di Indonesia akan memperoleh akses terhadap tenaga profesional melalui PS Centre Jakarta. Akses yang sama juga akan diberikan terhadap pelaku usaha Indonesia yang hendak memulai bisnis di Singapura.
"Kami membangun koridor 2 arah yang menghubungkan Singapura dan Indonesia. Kami menawarkan 2 hal. Pertama, mitra tepercaya. Kedua, jaringan profesional yang luas," ujar Fann Kor dalam peluncuran PS Centre Jakarta.
PS Centre Alliance terdiri atas ISCA, Association of Small & Medium Enterprises, Institute of Valuers & Appraisers Singapore, Singapore Business Federation, Singapore Chinese Chamber of Commerce & Industry, Singapore Manufacturing Federation, Tax Academy of Singapore, dan The Law Society of Singapore.
Dalam mendirikan PS Centre di Jakarta, PS Centre Alliance turut menggandeng mitra lokal seperti Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).
Selanjutnya, Kongres Advokat Indonesia (KAI), London School of Accountancy & Finance (LSAF) Global, The Indonesian Chambers and Academy for Independent Mediators and Arbitrators (MedArbId), Singapore Chamber of Commerce Indonesia, dan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI).
PS Centre Jakarta sendiri merupakan cabang kelima setelah Hongqiao, China; Ho Chi Minh City, Vietnam; Nanjing, China; dan Singapura. Ke depan, PS Centre akan membuka cabang di Johor, Shenzhen, dan Bangkok demi memperluas ekosistem PS Centre di kawasan Asia.
"Kita secara kolektif membentuk jaringan yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha di kawasan," ujar Fann Kor.
Dengan kehadiran PS Centre, suatu hambatan bisnis yang dihadapi oleh pelaku usaha dapat dipecahkan oleh para profesional dari beragam latar belakang ilmu.
"Ekosistem ini bisa dinyatakan berhasil bila seorang pebisnis asal Singapura yang ingin berinvestasi di Indonesia bisa menemukan penasihat yang tepercaya di sini, begitu juga sebaliknya bagi pebisnis Indonesia yang hendak menjalankan usaha di Singapura," ujar Fann Kor.
Dalam acara yang sama, CEO Tax Academy of Singapore Dennis Lui mengatakan perpajakan merupakan salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius oleh pelaku usaha dalam menentukan keputusan bisnis.
"Tax Academy of Singapore berada di titik temu antara pemerintah, industri, dan akademisi, yang memungkinkan kami menerjemahkan kebijakan menjadi kapabilitas praktis serta menghubungkan para pihak yang mewujudkan investasi. Melalui kolaborasi PS Centre Alliance di Indonesia, kami ingin menghadirkan kekuatan tersebut ke koridor Singapura-Indonesia dengan membantu dunia usaha beralih dari tahap peluang menuju pelaksanaan," ujar Lui.
DDTC turut diundang dalam peluncuran Professional Service (PS) Centre di Jakarta. Kehadiran DDTC diwakili oleh Founder DDTC Danny Septriadi. (dik)
