[DDTCNews] Survei 2026
[Academy IC PI Sept 2026]
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PAJAK

Tax Academy of Singapore: AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Kamis, 03 September 2026 | 16.30 WIB
Tax Academy of Singapore: AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia
<p>CEO Tax Academy of Singapore sekaligus Deputi Komisioner IRAS Dennis Lui dalam kuliah umum bertajuk <em>The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession &ndash; A Singapore Perspective </em>yang diselenggarakan FIA UI, Kamis (3/9/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews — Otoritas pajak Singapura (Inland Revenue Authority of Singapore/IRAS) memilih untuk tidak terburu-buru mengadopsi artificial intelligence (AI) dalam pelaksanaan proses bisnis perpajakan.

CEO Tax Academy of Singapore yang juga menjabat sebagai Deputi Komisioner IRAS Dennis Lui mengatakan IRAS telah mendorong para pegawainya untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam pelaksanaan tugas harian. Artinya, AI baru dimanfaatkan pada tingkat individu dan belum digunakan pada tingkat organisasi.

"Pada tingkat organisasi, kami masih sangat berhati-hati. Kami memilih untuk memulai penggunaan AI dalam skala kecil dan melakukan peningkatan secara berkala," ujar Lui dalam kuliah umum bertajuk The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession – A Singapore Perspective yang diselenggarakan FIA UI, Kamis (3/9/2026).

Saat ini, para pegawai IRAS telah dibekali dengan Microsoft Copilot dan ChatGPT Enterprise guna mendorong produktivitas para pegawai dimaksud dalam melaksanakan tugas mereka sehari-hari.

"Kami memanfaatkan AI untuk meningkatkan kemampuan individu dan tim. AI akan memperkuat kemampuan Anda, bukan menggantikan Anda," ujar Lui.

Terkait dengan penggunaan AI pada tingkat organisasi, Lui mengatakan saat ini IRAS mulai menguji penggunaan AI dalam pengelolaan restitusi PPN.

Menurut Lui, AI dapat digunakan oleh pegawai pajak untuk meneliti dan menilai risiko dari klaim restitusi PPN yang diajukan oleh wajib pajak.

Lui mengatakan AI akan memberikan rekomendasi keputusan atas permohonan restitusi berdasarkan data yang tersedia terkait dengan Wajib Pajak dimaksud. Meski terdapat peran AI, pengambilan keputusan tetap berada di tangan petugas pajak.

"Petugas pajaklah yang akan mengambil keputusan. AI hanya berperan menyelesaikan pekerjaan yang selama ini dilaksanakan secara manual," ujar Lui.

Dengan demikian, ke depan AI hanya akan digunakan untuk mendorong efisiensi tanpa menggantikan peran manusia dalam menentukan kebijakan dan keputusan.

"Ada hal-hal yang tidak dapat dilaksanakan oleh AI dengan baik, terutama yang berkaitan dengan penilaian, empati, human touch, dan akuntabilitas. AI belum bisa menggantikan ini," ujar Lui.

Sebagai mitra strategis Tax Academy of Singapore, DDTC turut diundang dalam kuliah umum The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and the Changing Tax Profession – A Singapore Perspective. Kehadiran DDTC diwakili oleh Managing Partner DDTC Consulting David Hamzah Damian (ketiga dari kiri).

David mengatakan kehadiran AI telah mengubah cara kerja para praktisi di bidang pajak. DDTC juga telah membangun metodologi AI yang disebut senior persona mimicking yang membantu para profesional untuk memecahkan masalah, menyusun argumen, dan mengambil keputusan dengan lebih cepat.

Berkat AI, seorang profesional muda mampu menghasilkan karya yang tepat secara teknis dengan struktur dan penalaran yang setara dengan profesional senior.

"Hal ini hanya dapat berjalan jika didukung oleh fondasi pengetahuan perpajakan yang kuat serta pemahaman yang baik mengenai aspek kerahasiaan, etika, dan tanggung jawab profesional terkait AI. AI memang hebat, tetapi harus digunakan secara bertanggung jawab," ujar David.

Dengan demikian, AI tidak akan menggantikan peran profesional di bidang pajak. Sebaliknya, AI justru akan meningkatkan kemampuan para profesional dalam memadukan kecakapan, critical thinking, dan teknologi secara efektif.

DDTC berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Tax Academy of Singapore, termasuk dalam pengembangan pengetahuan dan pertukaran pemikiran di bidang perpajakan. Komitmen tersebut juga tecermin dari kehadiran logo DDTC pada Tax Academy of Singapore Hub yang berlokasi di Revenue House, Singapura.

Kolaborasi dengan Tax Academy of Singapore sejalan dengan visi DDTC sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang menetapkan standar tinggi serta berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan turut memperkuat pertukaran pengetahuan dan perspektif mengenai perkembangan perpajakan, termasuk di tengah transformasi digital dan pemanfaatan AI dalam administrasi perpajakan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.