Banner HUT 19
[Academy IC PI Sept 2026]
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pembakar Lahan

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Minggu, 30 Agustus 2026 | 10.00 WIB
Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pembakar Lahan
<p>Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar</p>

JAKARTA, DDTCNews — Pemerintah berkomitmen untuk menindak korporasi yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah tidak ragu mencabut izin yang dimiliki perusahaan bila terindikasi terlibat dalam praktik pembakaran lahan.

"Kalau ada indikasi laporan, kita segera cabut. Siapa pun, korporasi apa pun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya," ujar Prabowo, dikutip pada Minggu (30/8/2026).

Dengan langkah ini, pemerintah tidak hanya berfokus melakukan pemadaman atas kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mencari dan menindak pihak yang berada di balik praktik pembakaran lahan secara sengaja.

Prabowo pun memerintahkan kepolisian untuk melakukan penyelidikan guna menindak korporasi yang terlibat dalam praktik pembakaran lahan.

Menurutnya, aparat merupakan salah satu unsur yang diperlukan dalam pengusutan sebab kebakaran dan penegakan hukum. "Kepolisian saya kira di sini main peranan yang sangat penting," ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta pemerintah daerah (pemda) bersama TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa pembukaan lahan tidak boleh dilaksanakan melalui pembakaran.

"Edukasi ke semua unsur di semua desa. Beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras," ujar Prabowo.

Bila terdapat kebutuhan untuk membuka lahan, masyarakat perlu diarahkan untuk melapor kepada kepala desa, camat, atau bupati. Laporan dimaksud akan ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan memberikan bantuan dan pendampingan dalam pembukaan lahan.

"TNI dan Polri akan membantu pemda, membantu rakyat, diorganisasi per kelompok tani, nanti biayanya bisa melalui KUR koperasi," ujar Prabowo. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.