JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim realisasi penerimaan pajak dalam tahun berjalan ini berada di jalur yang sesuai (on track), bahkan tumbuh melebihi ekspektasi.
Purbaya menyebut setoran pajak hingga akhir Juli 2026 tumbuh hampir 30% dibandingkan dengan tahun lalu. Berkaca pada capaian itu, dia menilai penerimaan negara cukup kuat dan kondisi APBN tetap stabil dengan defisit yang terjaga sebesar 0,91% dari produk domestik bruto (PDB) hingga Juli.
"Penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tarif pajak, tanpa pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja orang-orang pajak kita," katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom, Kamis (3/9/2026).
Lebih lanjut, Purbaya berkomitmen untuk membenahi kinerja pegawai Ditjen Pajak (DJP). Terlebih, aksi pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, dan kebocoran penerimaan pajak kerap kali menjadi perhatian masyarakat.
Untuk itu, menkeu tidak segan-segan akan memecat pegawai pajak yang melakukan pelanggaran atau fraud. Dia juga akan menggalakkan pengawasan internal untuk memastikan pejabat tak menyimpang dari aturan dan kode etik yang berlaku.
"Jadi untuk pajak, masyarakat sudah tahu sering bocor sana-sini, saya periksa kira-kira pejabat mana yang sering mengerjakan hal-hal yang negatif," tutur bendahara negara.
Tidak hanya DJP, pegawai di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) pun bakal dirombak. Langkah ini ditempuh untuk memastikan petugas dapat bersikap profesional dan kompeten dalam pemungutan kepabeanan dan cukai, serta memberikan pelayanan ekspor-impor kepada pengguna jasa.
Menurut Purbaya, reformasi SDM di lingkungan DJP dan DJBC merupakan kunci penting untuk meningkatkan pemungutan perpajakan, yang pada akhirnya dapat mendongkrak penerimaan negara secara keseluruhan.
"Terus yang bocor-bocor saya coba tutup, lalu pegawai pajak yang nakal-nakal saya berhentikan. Sekarang pajak sudah jauh lebih bagus kinerjanya," ujarnya. (rig)
