[DDTCNews] Survei 2026
[Academy IC PI Sept 2026]
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
PAJAK BERTUTUR 2026

DJP Ajak Pelajar Pahami Pajak sebagai Gotong Royong

[DDTCNews] Redaksi
Kamis, 03 September 2026 | 12.00 WIB
DJP Ajak Pelajar Pahami Pajak sebagai Gotong Royong
<p>Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dalam kegiatan Pajak Bertutur 2026, Kamis (3/9/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) mengajak para pelajar memahami pajak sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam membangun Indonesia, bukan semata-mata uang yang dibayarkan kepada negara.

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan pajak merupakan wujud kontribusi bersama yang manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

"Kami menitipkan harapan kepada adik-adik semua untuk bisa selalu bangga menjadi bagian dari gotong royong Indonesia melalui semangat pemenuhan kewajiban pajak," katanya dalam kegiatan Pajak Bertutur 2026, Kamis (3/9/2026).

Bimo menjelaskan semangat gotong royong melalui pajak diperlukan untuk menggerakkan pembangunan Indonesia. Pada tahun ini, sekitar 70% agenda pembangunan dibiayai dari penerimaan pajak yang mencapai Rp2.357,7 triliun.

Penerimaan tersebut, lanjutnya, berasal dari kontribusi jutaan pekerja, pelaku usaha, dan perusahaan yang bersama-sama membiayai kebutuhan negara.

"Pajak bukan semata dibayarkan ke negara, tapi wujud gotong royong untuk menegakkan APBN untuk kepentingan bersama. Dari kita, dikelola untuk kepentingan bersama, dan manfaatnya juga kembali ke kita. Itulah wujud dari pajak kita," ujarnya.

Bimo menegaskan gotong royong melalui pajak juga berarti adanya upaya bersama untuk memastikan masyarakat yang kurang beruntung tetap memperoleh haknya.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar dapat menyisihkan sebagian penghasilannya melalui pajak. Dana tersebut kemudian digunakan negara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih rentan.

Dia mencontohkan penerimaan pajak digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk perbaikan gizi anak. Menurutnya, generasi yang unggul tidak dapat tumbuh sendirian karena membutuhkan dukungan dari lingkungan dan negara.

Dalam konteks tersebut, Bimo mengatakan pajak dapat menjadi energi yang membuka kesempatan bagi generasi muda. Pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, hingga pemberian beasiswa merupakan bagian dari manfaat yang dapat didukung melalui penerimaan pajak.

"Pajak itu membuka kesempatan dan kesempatan tersebut hanya akan berarti apabila adik-adik bisa memanfaatkan dengan baik. Pajak membuka jalan pendidikan, energi, infrastruktur, sehingga adik-adik wajib mengonversinya menjadi sebuah prestasi," tuturnya.

Dia berharap para pelajar dapat memanfaatkan berbagai kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga kelak dapat memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat.

Bimo juga meminta para pelajar tidak melihat pajak sebagai sesuatu yang perlu ditakuti. Menurutnya, sistem administrasi perpajakan makin otomatis dan berbasis elektronik sehingga pelaksanaan kewajiban perpajakan menjadi lebih mudah.

Dia menambahkan kegiatan Pajak Bertutur menjadi salah satu upaya DJP menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada generasi muda. Sejak pertama kali digelar pada 2017, kegiatan Pajak Bertutur bertujuan menanamkan pemahaman bahwa pembangunan membutuhkan gotong royong dari seluruh lapisan masyarakat. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.