Banner HUT 19
[Academy IC PI Sept 2026]
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
KEBIJAKAN CUKAI

Purbaya Siapkan Pita Cukai Baru, Bisa Di-scan Pakai HP

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 27 Agustus 2026 | 20.30 WIB
Purbaya Siapkan Pita Cukai Baru, Bisa Di-scan Pakai HP
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan menerapkan teknologi terbaru yang lebih canggih pada pita cukai barang kena cukai (BKC) sehingga lebih sulit dipalsukan dan diperdagangkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pita cukai akan dilengkapi sistem pelacakan (track and trace). Fungsinya untuk memantau pergerakan dan riwayat BKC mulai dari titik asal pengiriman hingga ke konsumen.

"Karena pita cukai baru itu bisa di-scan pakai handphone atau segala macam. Jadi, bisa ketahuan dari mana pabriknya, jadi enggak bisa macam-macam," ujarnya di kawasan DPR, Kamis (27/8/2026).

Selain sistem pelacakan, Purbaya juga berencana memasang mesin berteknologi canggih di setiap pabrik rokok untuk menghitung jumlah rokok yang diproduksi.

Alhasil, jumlah produksi hasil tembakau dapat sesuai dengan jumlah pita cukai yang dipesan dan dibayar oleh pabrik. Melalui serangkaian upaya modernisasi pengawasan BKC, dia berharap tidak ada lagi perdagangan pita cukai ilegal dan peredaran BKC ilegal.

"Jadi, pabrik akan enggak bisa bermain-main dengan itu [berusaha memalsukan pita cukai]. Kita juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang gelap-gelap [palsu]," tegas menkeu.

Purbaya menargetkan pemasangan sistem dan teknologi baru ini bisa rampung dalam 6 bulan ke depan. Upaya ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan dan pengamanan pita cukai.

Menurutnya, masih banyak pihak yang tidak bertanggung jawab membuat pita cukai palsu, lalu memperdagangkannya untuk dilekatkan pada BKC, seperti rokok dan minuman beralkohol. Dengan adanya sistem baru yang lebih canggih, menkeu optimistis bisa memberantas kegiatan ilegal tersebut.

"Nanti pakai teknologi baru itu, enggak bisa [memperdagangkan] pita cukai palsu lagi," tutur Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.