JAKARTA, DDTCNews - Target penerimaan perpajakan pada RAPBN 2027 diusulkan senilai Rp2.908 triliun, bertumbuh 10,5% dibandingkan dengan outlook 2026 yang senilai Rp2.631,4 triliun.
Target perpajakan dimaksud diperlukan menyokong tercapainya target pendapatan negara pada RAPBN 2027 yang senilai Rp3.426 triliun.
"Jadi perpajakan harusnya lebih bagus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027, Jumat (14/8/2026).
Menurut Purbaya, penerimaan perpajakan tercatat terus bertumbuh dalam beberapa bulan terakhir dan tren tersebut akan berlanjut pada tahun depan.
"Pertumbuhan pengumpulan pajak kita sudah mencapai 30%. Pak Dirjen [Pajak Bimo Wijayanto], 30% tadi? Agustus 30% kan? Jadi jauh lebih baik dibanding tahun lalu," ujar Purbaya.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa pemerintah masih belum mengungkapkan perincian target pajak serta target kepabeanan dan cukai pada tahun depan.
Pemerintah hanya mengungkapkan usulan target pendapatan negara pada tahun depan terdiri dari penerimaan perpajakan senilai Rp2.908 triliun, PNBP senilai Rp517,4 triliun, dan hibah senilai Rp700 miliar.
Adapun belanja negara pada RAPBN 2027 diusulkan senilai Rp4.097,2 triliun guna mendukung pelaksanaan program pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan beragam prioritas pemerintah.
Dengan pendapatan dan belanja di atas, defisit anggaran pada RAPBN 2027 diusulkan senilai Rp671,2 triliun atau 2,4% dari PDB. (dik)
