[Academy] EB_IC PI 2026
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Academy] SP2DK Agustus 2026
[DDTCNews] Survei 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
NOTA KEUANGAN RAPBN 2027

Prabowo Desain RAPBN 2027 dengan Defisit Sebesar 2,4% PDB

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 14 Agustus 2026 | 16.05 WIB
Prabowo Desain RAPBN 2027 dengan Defisit Sebesar 2,4% PDB
<p>Presiden Prabowo Subianto saat membacakan pidato nota keuangan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mendesain Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dengan defisit senilai Rp671,2 triliun atau sebesar 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Target defisit APBN 2027 tersebut lebih kecil dibandingkan dengan yang ditetapkan pada tahun ini senilai Rp689,1 triliun atau 2,68% PDB. Sementara itu, pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2026 pada akhir tahun ini mencapai 2,85%.

"Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, dengan defisit 2,40% terhadap produk domestik bruto (PDB)," ujar Presiden Prabowo Subianto saat membacakan pidato nota keuangan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Prabowo belum membeberkan alasan menyusun RAPBN 2027 dengan defisit yang lebih rendah dari tahun ini.

Dia hanya berjanji akan menekan defisit APBN 2027 dengan menyeimbangkan antara uang negara yang dibelanjakan dan pendapatan yang dihimpun.

"Defisit ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," katanya.

Secara terperinci, Prabowo menyebutkan postur RAPBN 2027 akan disusun dengan target pendapatan negara senilai Rp3.426 triliun. Target tersebut naik 8,64% dibandingkan dengan target pendapatan negara pada 2026 yang sebesar Rp3.153,6 triliun.

Selanjutnya, belanja negara dalam RAPBN 2027 ditargetkan senilai Rp4.097,2 triliun. Nominal tersebut naik 6,62% dibandingkan dengan pagu belanja negara dalam APBN 2026 senilai Rp3.842,7 triliun.

Sementara itu, pembiayaan anggaran dalam RAPBN 2027 ditetapkan senilai Rp671,2 triliun. Angka pembiayaan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan anggaran pada 2026 yang ditetapkan senilai Rp689,1 triliun. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.