Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kurangi Ketergantungan Impor, Menko Airlangga Dorong Produksi Farmasi

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 25 Juli 2026 | 14.00 WIB
Kurangi Ketergantungan Impor, Menko Airlangga Dorong Produksi Farmasi
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mendorong kemandirian industri farmasi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat dan produk farmasi sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Sejalan dengan itu, pemerintah akan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pelaku usaha terdorong membangun fasilitas produksi obat di Indonesia ataupun menjalin kemitraan dengan perusahaan dalam negeri.

"Kolaborasi antara pelaku industri nasional dan mitra global menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat transfer teknologi, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas manufaktur, penguatan rantai pasok, serta pengembangan sumber daya manusia," ujarnya, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).

Menurut Airlangga, langkah tersebut penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan modern yang berkualitas dan terjangkau.

Dia mencontohkan kerja sama perusahaan farmasi asal Indonesia, PT Tempo Scan, dengan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group (CTTQ) untuk membentuk PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI). CTTQ merupakan anak usaha perusahaan farmasi asal China, Sino Biopharmaceutical Group.

Airlangga berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pengembangan industri biofarmasi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan obat untuk penyakit kanker, hati, diabetes, pernapasan, serta antiinfeksi.

Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan mendukung produksi berbagai produk biologis bernilai tinggi yang selama ini belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri, seperti antibodi monoklonal, biosimilar, protein rekombinan, sitokin, dan insulin biologis.

Melalui kemitraan tersebut, Airlangga memperkirakan berbagai jenis obat dan produk biologis secara bertahap dapat diproduksi di Indonesia. Dengan demikian, industri farmasi nasional diharapkan makin mandiri dan berdaya saing sekaligus mampu menekan ketergantungan terhadap impor.

"Harapannya dengan biofarmasi ini kita punya tambahan kemandirian di bidang obat-obatan yang selama ini bergantung kepada impor, dan tentunya obat-obat yang akan diproduksi ini termasuk obat-obat impor yang relatif mahal," tutup Airlangga. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.