JAKARTA, DDTCNews - Indonesia dan Belarus menandatangani Agreed Minutes dalam sidang komisi bersama (SKB) ke-8. Dokumen hasil perundingan itu menjadi dasar untuk menindaklanjuti kerja sama ekonomi kedua negara secara lebih konkret dan terarah.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan hasil pertemuan bilateral ini harus menghasilkan proyek nyata, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Dengan demikian, dia meyakini implementasi kerja sama tersebut dapat mendongkrak perekonomian kedua negara.
"Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," ujarnya, dikutip pada Minggu (17/5/2026).
Airlangga memaparkan bidang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini cukup luas. Bidang tersebut mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata.
Dia menyampaikan bahwa Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich pun menunjukkan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama pada sektor industri, pertanian, teknologi, dan kolaborasi bisnis antar pelaku usaha.
"Agreed Minutes ini dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat pelaksanaan atas kesepahaman dan mewujudkan menjadi proyek kerja sama yang dapat diimplementasikan," imbuh Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, turut pula ditandatangani 5 Nota Kesepemahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antarpelaku usaha dari Indonesia dan Belarus. Total nilai kerja para pelaku usaha dalam MoU tersebut mencapai Rp7 triliun.
Sederet kerja sama yang diteken mencakup MoU antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, lalu MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, MoU antara Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta MoU antara PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.
Dalam pertemuan bilateral, Indonesia-Belarus sedang mematangkan penyusunan roadmap kerja sama 2026-2030 dan ingin memanfaatkan momentum implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (EAEU FTA) untuk memperluas perdagangan dan investasi. (rig)
