JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan terdapat sekitar 470.000 keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang menerima bantuan sosial (bansos) pada kuartal II/2026.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan 470.000 KPM dimaksud belum pernah menerima bansos pada kuartal-kuartal sebelumnya dan baru menerima bansos pada kuartal II/2026.
"Untuk kuartal kedua ini, ada lebih dari 470.000 KPM baru yang mendapatkan bantuan di kuartal kedua, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada kuartal pertama," katanya, dikutip pada Minggu (10/5/2026).
Pemberian bansos kepada 470.000 KPM baru dilandasi oleh pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Oleh karena itu, Gus Ipul mengatakan perubahan data penerima bansos merupakan hal yang wajar mengingat DTSEN terus dimutakhirkan secara berkala oleh BPS.
"Pasti ada perubahan-perubahan KPM. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya," ujar Gus Ipul.
Pemutakhiran DTSEN dilaksanakan utamanya melalui operator desa. Saat ini, terdapat lebih dari 70.000 operator desa yang turut serta memperbarui DTSEN.
"Dengan adanya operator data desa ini, di samping kita memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi atau reaktivasi atau untuk memperbarui data," ujar Gus Ipul.
Sebagai informasi, realisasi belanja bansos pada Januari-Maret 2026 baru mencapai Rp37,5 triliun, turun 3,6% bila dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu. (rig)
