PEREKONOMIAN INDONESIA

Tak Ada Momentum Hari Raya di Kuartal II, Belanja Pemerintah Digenjot

Redaksi DDTCNews
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12.30 WIB
Tak Ada Momentum Hari Raya di Kuartal II, Belanja Pemerintah Digenjot
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan menggenjot belanja negara sebagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, mengingat tidak ada hari raya keagamaan yang mendorong konsumsi secara masif pada kuartal II/2026.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan belanja pemerintah turut menopang pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026. Pada kuartal II/2026, dia berharap belanja pemerintah kembali menjadi faktor utama untuk menggerakkan roda perekonomian.

"Untuk pertumbuhan di kuartal II memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah. Karena tahun lalu basis belanja pemerintah rendah, dan kuartal I kemarin belanja pemerintah menjadi penopang, dan ini juga akan menjadi penopang di kuartal II," ujarnya, dikutip pada Sabtu (9/5/2026).

Lebih lanjut, Airlangga juga mengatakan pemerintah akan terus berupaya menjaga daya beli masyarakat. Salah satu caranya, dengan mengandalkan pencairan gaji ke-13 ASN yang rencananya akan disalurkan pada Juni mendatang.

Tidak hanya itu, dia membeberkan pemerintah sedang menggodok beberapa insentif yang dimaksudkan untuk mendongkrak konsumsi domestik, seperti subsidi pembelian motor listrik. Dia menuturkan skema kebijakan insentif ini akan dilaporkan terlebih dahulu kepada presiden.

Meski sudah merancang sejumlah strategi, Airlangga mengaku belum membuat proyeksi angka pertumbuhan ekonomi kuartal II/2026.

"Mengenai kuartal II belum bikin proyeksi. Jadi kita kuartal I dulu saja yang Indonesia berhasil katakanlah meng-out beat ekspektasi dari berbagai lembaga jadi ini satu hal yang positif ya," ucapnya.

Airlangga menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 yang menembus 5,61% merupakan capaian yang baik dan di luar ekspektasi berbagai lembaga. Menurutnya, laju perekonomian yang tinggi itu menunjukkan kesiapan kebijakan pemerintah, terutama dalam rangka menyambut Lebaran.

"Pertumbuhan kita yang 5,61% ini adalah tumbuh di atas beberapa negara G-20. Memang dari G-20 ini ada yang belum keluar, India, tetapi di antara negara yang keluar termasuk China, Singapura, Korsel, Arab Saudi, Amerika Serikat, kita yang tertinggi," imbuhnya. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.