JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama 2 bulan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perpanjangan skema WFH bagi ASN mempertimbangkan perang di Timur Tengah yang terus berlanjut. Kebijakan WFH bagi ASN bertujuan menghemat anggaran di tengah kenaikan harga minyak global.
"Dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk 2 bulan ke depan," katanya, dikutip pada Jumat (22/5/2026).
Kebijakan WFH bagi ASN berlaku rutin setiap hari Jumat sejak April 2026 berdasarkan Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 dan SE Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ. Skema WFH sehari sepekan berlaku baik untuk ASN pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Kebijakan WFH bagi ASN diimplementasikan dengan tetap menjaga kualitas layanan publik. Berdasarkan pemantauan Kementerian PANRB, layanan esensial tetap berjalan normal di tengah pelaksanaan WFH.
Kebijakan WFH bagi ASN ini tidak berlaku untuk seluruh sektor. Sektor yang dikecualikan dari WFH antara lain sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, dan sektor strategis lainnya.
Sektor pendidikan juga dikecualikan dari WFH sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka selama 5 hari dalam 1 pekan.
Pemerintah memperkirakan kebijakan WFH bagi ASN dapat menghemat kompensasi bahan bakar minyak (BBM) di APBN senilai Rp6,2 triliun. Selain itu, belanja BBM masyarakat juga berpotensi dihemat Rp59 triliun. (dik)
