JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai dalam tahun berjalan ini berangsur membaik.
Pada kuartal I/2026, penerimaan kepabeanan dan cukai terkumpul senilai Rp67,9 triliun. Namun, kinerja penerimaan tersebut mengalami penurunan sebesar 12,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"[Penerimaan] kepabeanan cukai masih negatif, tapi angka April itu sudah positif," katanya, dikutip pada Rabu (6/5/2026).
Purbaya menuturkan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) terus menggalakkan pengawasan terhadap pengguna jasa kepabeanan, serta kegiatan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Tujuannya, untuk menekan kebocoran penerimaan negara.
Senada, Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC Untung Basuki membenarkan angka penerimaan kepabeanan dan cukai mulai tumbuh positif pada kuartal II/2026.
"Kalau sampai April sih positif, 0,6%.Ya nanti kan dipaparkan di APBN Kita berikutnya," tuturnya.
Untung menjelaskan setoran kepabeanan dan cukai yang membaik didorong oleh penerimaan dari bea masuk dan cukai. Namun, dia tidak mengungkapkan secara gamblang apakah setoran bea keluar ikut tumbu positif atau masih kontraksi.
Pada kuartal I/2026, penerimaan cukai terkumpul senilai Rp51 triliun atau anjlok 11,2%. Sementara itu, penerimaan bea keluar terkumpul Rp5,4 triliun atau anjlok sebesar 38,9%, sedangkan bea masuk terkumpul Rp11,5 triliun atau tumbuh tipis 0,9%.
"Ya penerimaan bea masuk positif, cukai positif, bea keluar karena ada target atau bea keluar yang regulasinya belum diterapkan. Tapi lebih detailnya nanti di APBN Kita berikutnya," ujar Untung. (rig)
