APBN 2026

Pemerintah Sudah Kucurkan Belanja Subsidi Rp51,5 Triliun, Tumbuh 382%

Muhamad Wildan
Kamis, 12 Maret 2026 | 15.00 WIB
Pemerintah Sudah Kucurkan Belanja Subsidi Rp51,5 Triliun, Tumbuh 382%
<p>Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menggelontorkan anggaran belanja untuk pemberian subsidi dan kompensasi senilai Rp51,5 triliun hingga 28 Februari 2026. Jumlah ini naik 382,6% dibandingkan dengan belanja tahun lalu yang hanya Rp10,7 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperinci belanja tersebut terdiri atas penyaluran subsidi senilai Rp7,4 triliun, serta kompensasi pada kuartal II/2025 yang dibayarkan tahun ini senilai Rp44,1 triliun.

"Kalau dilihat belanja subsidi dan kompensasi meningkat di awal 2026. Tahun 2025 itu pure hanya subsidi yang sifatnya bulanan, kalau tahun 2026 baik pembayaran subsidi bulanan kepada PLN dan Pertamina, juga ada pembayaran kompensasi untuk utang kompensasi tahun lalu," ujarnya, dikutip pada Kamis (12/3/2026).

Suahasil menjelaskan jumlah subsidi dan kompensasi dari pemerintah bisa berubah-ubah karena dipengaruhi beberapa faktor. Contoh, fluktuasi harga Indonesia crude price (ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, peningkatan volume dan konsumsi LPG maupun konsumsi listrik.

Meski demikian, dia mengaku akan terus meninjau distribusi anggaran subsidi dan kompensasi sepanjang tahun. Selain itu, pemerintah juga bakal menjaga ketersediaan barang-barang bersubsidi di pasar dalam negeri.

"Secara umum, pemerintah akan terus menjaga ketersediaan barang dengan harga yang bersubsidi," katanya.

Lebih lanjut, Suahasil juga melaporkan belanja subsidi sejumlah Rp7,4 triliun telah disuntikkan untuk 5 jenis barang bersubsidi, yaitu BBM, LPG 3 Kg, listrik, pupuk dan debitur kredit usaha rakyat (KUR).

Jumlah subsidi yang disalurkan pemerintah untuk BBM mencapai 1,64 juta kilo liter atau tumbuh 11,2% dari tahun lalu. Kemudian, subsidi untuk LPG 3 kg mencapai 740,9 juta kg atau meningkat 7,5% dari tahun lalu.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan listrik bersubsidi kepada 42,7 juta pelanggan, lebih banyak ketimbang tahun lalu sebanyak 41,8 juta pelanggan.

Berikutnya, ada pula pupuk bersubsidi yang disalurkan sebanyak 1,4 juta ton atau tumbuh 16,6% dari tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton. Lalu, subsidi debitur KUR terealisasi bagi 800.000 debitur, naik 42,5% dari 2025 berjumlah 500.000 debitur.

"Semua jenis barang bersubsidi tersebut jumlah dan volume [penggunaan] barangnya lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Ini adalah bentuk dari kegiatan ekonomi kita yang berlangsung terus," kata Suahasil. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.