KEBIJAKAN MONETER

Cadangan Devisa Turun US$2,7 Miliar, Pajak Turut Jadi Faktor Penyebab

Muhamad Wildan
Minggu, 08 Maret 2026 | 14.30 WIB
Cadangan Devisa Turun US$2,7 Miliar, Pajak Turut Jadi Faktor Penyebab
<p>Ilustrasi. Gedung Bank Indonesia.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Cadangan devisa Indonesia tercatat turun dari US$154,6 miliar pada Januari 2026 menjadi senilai US$151,9 miliar pada Februari 2026.

Perkembangan dimaksud dipengaruhi beberapa faktor, yakni penerimaan pajak, penarikan dan pembayaran pinjaman luar negeri pemerintah, hingga stabilitasi nilai tukar.

"Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah merupakan respons Bank Indonesia (BI) dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," sebut BI dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (8/3/2026).

Meski turun, posisi cadangan devisa pada Februari 2026 masih setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Menurut BI, cadangan devisa dimaksud masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI meyakini ke depan ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga berkat posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.

Aliran masuk dari asing tersebut diklaim didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"BI terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tulis BI. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.