JAKARTA, DDTCNews - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kondisi dasar ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil meski terjadi gejolak di pasar saham dan perubahan jajaran pimpinan lembaga keuangan dalam 2 hari terakhir.
Airlangga mengatakan pemerintah akan mendukung penuh upaya-upaya dalam menjaga kestabilan pasar keuangan Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, dan berstandar internasional ke depannya.
"Pesan Bapak Presiden untuk pasar modal, pesan beliau saya kutip: kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh," ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Untuk diketahui, belakangan ini terjadi peristiwa di pasar modal yang menimbulkan kekhawatiran terutama bagi para investor, yakni anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG).
Kejadian itu disusul dengan perubahan jajaran pimpinan pasar keuangan karena pengunduran diri Kepala DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 1 orang kepala eksekutif OJK, 1 orang deputi OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan presiden telah menginstruksikan percepatan reformasi integritas pasar modal. Rencana penataan pasar modal itu mencakup reformasi struktural pasar modal melalui demutualisasi bursa, peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15% sesuai dengan standar global.
Kemudian, pengetatan aturan transparansi beneficial ownership dan kejelasan afiliasi pemegang saham. Menurut Airlangga, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan pasar modal yang lebih transparan, likuid, dan berintegritas, serta sejajar dengan bursa modern internasional.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah ke depannya tidak akan menoleransi praktik spekulatif dan manipulatif yang merusak pasar modal.
Praktik manipulasi harga saham akan merugikan investor dan merusak kredibilitas Indonesia. Selain itu, praktik tersebut berpotensi menghambat arus investasi, termasuk penanaman modal asing yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Untuk memberantas praktik manipulasi saham, BEI bersama aparat penegak hukum akan melakukan penegakan aturan secara tegas terhadap setiap pelanggaran peraturan bursa, POJK, maupun peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. Airlangga menjamin pemerintah memberikan dukungan penuh agar proses hukum berjalan tanpa pandang bulu dan tanpa intervensi.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, OJK dan BEI akan memastikan stabilitas dan keberlanjutan pasar modal tetap berjalan. Hal ini bertujuan agar kegiatan operasional bursa tetap berjalan normal selama masa kepemimpinan transisi.
"Seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan dipastikan berjalan tanpa gangguan, sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance dan praktik terbaik internasional," tutur Airlangga. (rig)
