SEOUL, DDTCNews - Pemerintah Korea Selatan membuka pelayanan konsultasi pajak khusus bagi para diaspora yang hendak kembali ke negara tersebut.
Layanan khusus ini disiapkan bagi diaspora lansia yang ingin menghabiskan masa pensiun di tanah leluhur tetapi kesulitan memahami peraturan pajak setempat. Kebanyakan diaspora lansia takut kekayaan yang telah dikumpulkan di luar negeri akan dikenakan pajak besar saat dibawa pulang ke Korea Selatan sehingga mereka ragu untuk mengambil keputusan pindah.
"Kami berharap layanan ini akan membuka jalan bagi warga Korea di luar negeri untuk kembali ke tanah air dengan nyaman setelah bertahun-tahun bekerja keras di luar negeri," kata Komisioner Otoritas Pajak Lim Kwang-hyun, dikutip pada Senin (29/6/2026).
Otoritas menyediakan layanan konsultasi pajak online secara one-on-one mulai Juli 2026. Inisiatif ini bertujuan menghilangkan berbagai anggapan keliru soal pajak serta mempermudah kepulangan sekitar 7 juta diaspora global yang ingin kembali ke Korea Selatan.
Banyak diaspora meyakini pemerintah Korea Selatan secara otomatis mengenakan pajak atas semua pendapatan global sebelumnya apabila seseorang mendaftar sebagai penduduk. Selain itu, diaspora juga kebingungan tentang perlakuan pajak capital gain untuk properti di luar negeri.
Program konsultasi untuk diaspora dikelola oleh tim khusus pada divisi pajak internasional. Program ini memungkinkan para diaspora untuk memesan konsultasi video atau telepon secara langsung dari mana saja di dunia.
Yang istimewa, otoritas mengizinkan diaspora mengakses konsultasi secara anonim dengan menghilangkan nama dan alamat dari formulir pendaftaran. Dengan demikian, diaspora tidak perlu khawatir sesi konsultasi akan berujung pada audit pajak.
Dilansir koreatimes.co.kr, otoritas memperkirakan permintaan konsultasi pajak akan ramai diakses dari negara-negara dengan komunitas Korea Korea yang padat, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, dan Kanada. Data pemerintah menunjukkan lebih dari 60% diaspora yang kembali secara permanen berusia 60 tahun atau lebih sehingga kebanyakan memiliki kegelisahan soal pajak warisan, pajak hadiah, dan pajak properti.
Petugas akan memberikan panduan komprehensif mengenai penentuan status kependudukan, transfer aset dari luar negeri, serta strategi penghematan pajak yang sah, seperti kredit pajak luar negeri dan pengecualian pajak capital gain untuk pemilik rumah tunggal. (dik)
