AUSTRALIA

Australia Kurangi Insentif Pajak untuk Kendaraan Listrik Mulai 2027

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 11 Mei 2026 | 12.30 WIB
Australia Kurangi Insentif Pajak untuk Kendaraan Listrik Mulai 2027
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

CANBERRA, DDTCNews - Pemerintah Australia akan mengurangi besaran insentif pajak atas natura (fringe benefits tax) yang selama ini diberikan apabila pemberi kerja menyediakan kendaraan listrik untuk penggunaan pribadi karyawannya.

Menteri Keuangan Jim Chalmers mengatakan pemerintah tidak sepenuhnya menghapus insentif pajak natura untuk kendaraan listrik. Namun, kebijakan pajak atas natura akan diperketat untuk mendorong produsen memproduksi kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

"Program pengurangan insentif akan diterapkan secara bertahap dalam 3 fase dan diperkirakan akan menghasilkan penghematan anggaran sebesar AUD1,7 miliar selama 5 tahun ke depan," ujarnya, dikutip pada Senin (11/5/2026).

Pemerintah Australia mengatur pemberi kerja tidak perlu membayar pajak atas natura dalam bentuk kendaraan listrik tertentu yang disediakan untuk pegawainya. Namun, pemanfaatan atas fasilitas pajak tersebut tetap harus dilaporkan kepada otoritas.

Chalmers menjelaskan pemerintah selama ini memberikan pembebasan pajak atas natura berupa kendaraan listrik menggunakan skema novated lease. Dengan skema tersebut, cicilan mobil dapat dibayar menggunakan gaji pegawai sebelum pajak.

Saat ini, pemerintah masih memberlakukan keringanan pajak untuk pembelian kendaraan listrik, yakni pembebasan pajak atas natura secara penuh sebesar 47% hingga 31 Maret 2027.

Mulai 1 April 2027 hingga 31 Maret 2029, pemerintah hanya memberikan pembebasan pajak atas natura secara penuh untuk kendaraan listrik dengan harga paling tinggi AUD75.000 atau setara Rp943,64 juta.

Sementara itu, kendaraan listrik dengan harga AUD75.000 hingga AUD91.387, yang merupakan ambang batas harga mobil listrik yang dikenai pajak mobil mewah, hanya dikenakan pajak atas natura sebesar 25%.

Setelah 1 April 2029, pemerintah memutuskan seluruh kendaraan listrik yang dibeli dengan harga kurang dari AUD91.387 hanya akan mendapatkan diskon pajak atas natura sebesar 25%.

Secara keseluruhan, kebijakan pengurangan insentif pajak ini bertujuan menghemat anggaran, mendorong produsen membuat kendaraan listrik yang harganya lebih terjangkau, serta mengurangi subsidi untuk mobil listrik mewah atau mahal.

"Orang yang sudah mempunyai kontrak pembelian kendaraan listrik dengan skema novated lease yang lama tidak akan terdampak oleh perubahan aturan. Kendaraan listrik yang memenuhi syarat juga tetap mendapatkan pembebasan bea masuk impor," kata Chalmers dilansir Tax Notes International. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.