UKRAINA

Amankan Anggaran Militer, Negara Ini Tolak Potong Pajak BBM

Redaksi DDTCNews
Jumat, 24 April 2026 | 14.30 WIB
Amankan Anggaran Militer, Negara Ini Tolak Potong Pajak BBM
<p>Ilustrasi.</p>

KYIV, DDTCNews - Pemerintah Ukraina menolak memberikan potongan PPN dan cukai atas bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengatakan penerimaan dari PPN dan cukai merupakan merupakan sumber pendanaan penting untuk belanja militer. Apabila tarif PPN dan cukai atas BBM dipotong, pemerintah khawatir alokasi anggaran untuk militer juga ikut terpangkas.

"Kami tidak berencana menurunkan PPN atau cukai. Perlu saya ingatkan bahwa penerimaan pajak dan cukai sangat dibutuhkan untuk membiayai angkatan darat," katanya, dikutip pada Jumat (24/4/2026).

Svyrydenko menyebut Ukraina sangat bergantung pada penerimaan dalam negeri untuk memastikan anggaran pertahanan memadai di tengah perang. Pemerintah pun bakal memastikan penerimaan pajak dan cukai tetap terjaga untuk membiayai agenda pertahanan negara.

BBM di Ukraina dilaporkan terus meningkat. Misal untuk solar, harganya berkisar antara UAH70,95 atau Rp22.920 hingga UAH77,99 atau Rp30.692 per liter.

Sebagai respons untuk meredam dampak kenaikan harga BBM, pemerintah memilih menyiapkan paket stimulus untuk masyarakat. Stimulus dibagi menjadi dua komponen utama yakni bantuan langsung tunai (BLT) untuk kelompok rentan dan program cashback.

Program BLT akan menyasar 13 juta penerima manfaat, termasuk pensiunan, penerima tunjangan disabilitas, individu berpenghasilan rendah, dan pengungsi.

Sementara itu, cashback akan diberikan sebesar 15% untuk pembelian BBM jenis solar, 10% untuk bensin, dan 5% untuk autogas.

Dilansir 112.ua, Svyrydenko berjanji akan memastikan ketersediaan pasokan BBM di tengah gejolak geopolitik di Timur Tengah. Dia juga meminta pemerintah daerah bersiap untuk mengantisipasi musim dingin yang akan datang. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.