SWEDIA

Perang di Timur Tengah Berlanjut, Negara Ini Kembali Potong Pajak BBM

Redaksi DDTCNews
Kamis, 14 Mei 2026 | 09.30 WIB
Perang di Timur Tengah Berlanjut, Negara Ini Kembali Potong Pajak BBM
<p>Ilustrasi.</p>

STOCKHOLM, DDTCNews - Pemerintah Swedia berencana kembali memangkas pajak bahan bakar minyak (BBM) untuk mengatasi kenaikan harga energi akibat perang di Timur Tengah yang terus berlanjut.

Pemotongan pajak BBM ini diumumkan untuk melanjutkan kebijakan serupa yang diberikan pada awal 2026. Kali ini, pemerintah akan memotong pajak BBM sebesar SEK2,4 atau Rp4.535 per liter sehingga dapat menghasilkan harga bensin atau solar sekitar SEK3 atau Rp5.670 lebih murah di SPBU setelah memperhitungkan PPN.

"Kita sedang menghadapi krisis energi global terburuk yang pernah dialami dunia. Situasi di Timur Tengah tetap tidak stabil, dan kita akan diuji," kata Menteri Energi Ebba Busch, dikutip pada Kamis (14/5/2026).

Kebijakan pemotongan pajak BBM diperkirakan menelan biaya sekitar SEK7,7 miliar. Insentif ini menjadi bagian dari paket penanganan krisis senilai total SEK17,5 miliar yang diajukan oleh pemerintah kepada parlemen.

Ketegangan di Selat Hormuz, Iran, telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan gas serta memengaruhi perekonomian di seluruh dunia. Hal itu terjadi karena Selat Hormuz menjadi jalur masuk sekitar seperlima minyak dan gas dunia.

Swedia sebelumnya telah mengusulkan pemotongan pajak yang mengakibatkan penurunan harga sebesar SEK1 atau Rp1.890 per liter untuk bensin dan solar.

Swedia menurunkan pajak BBM ke tingkat minimum yang diizinkan oleh Uni Eropa. Apabila disetujui Dewan Eropa, pemotongan pajak BBM yang diajukan kali ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli hingga 30 November 2026.

Dilansir arynews.tv, Busch menyebut miliaran kronor juga sudah dialokasikan untuk mengganti kerugian rumah tangga yang terdampak lonjakan tarif listrik, serta sektor pertanian dan penerbangan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.