Berita
Minggu, 12 Juli 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:01 WIB
PERJANJIAN DAGANG
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

'Beda Penghindaran & Penggelapan Pajak Hanya Setebal Dinding Penjara'

A+
A-
3
A+
A-
3
'Beda Penghindaran & Penggelapan Pajak Hanya Setebal Dinding Penjara'

DALAM buku-buku perpajakan, ketika kita mencari definisi penggelapan pajak (tax avoidance) biasanya kita menemukan jawaban yang hampir serupa. Kurang lebih, penggelapan pajak diartikan sebagai suatu skema transaksi yang ditujukan untuk meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan kelemahan (loophole) ketentuan perpajakan suatu negara.

Banyak ahli pajak menambahkan komentar mereka dengan menukil berbagai referensi dan sampai pada suatu titik kesimpulan bahwa skema penghindaran pajak sah-sah saja (legal) karena tidak melanggar ketentuan perpajakan.

Tidak cukup sampai disitu saja, argumen yang sifatnya memperkuat-pun ditambahkan. Penghindaran pajak diinterpretasikan sebagai perbuatan yang masih dalam koridor hukum. Akan tetapi, tindakan penghindaran pajak berlawanan dengan maksud dari pembuat undang-undang.

Baca Juga: Dua Negara Ini Sepakati Perjanjian Pajak Soal Pekerja Lintas Batas

Sementara itu, penggelapan pajak (tax evasion) diartikan sebagai suatu skema memperkecil pajak yang terutang dengan cara melanggar ketentuan perpajakan (illegal), misalnya dengan cara tidak melaporkan sebagian penjualan atau memperbesar biaya dengan cara fiktif.

Tentunya mudah untuk ditebak, kedua tindakan di atas sama-sama memberikan hasil mengurangi penerimaan negara dari sektor pajak. Lantas, apa berbedaan terkait kedua aktivitas yang memberikan hasil sama tersebut?

Terkait perbedaan antara penghindaran pajak dan penggelapan pajak, Denis Healey seorang politikus dan ekonom, tanpa perlu berbelit-belit memberikan pernyataan lugas bahwa perbedaannya hanya “setebal dinding penjara”. Tentu ini membuat kita tercengang, cukup hanya dengan tiga kata untuk mengungkapkan perbedaanya

Baca Juga: Belajar Teknik Audit Pajak atas Cash-Based Economy

Mengenal lebih jauh sosok Denis Healey, seperti yang dilansir oleh Britannica.com, tumbuh di Keighley, Yorkshire dan karir akademiknya di Balliol College, Oxford dijalani dengan prestasi yang cemerlang. Ia diangkat menjadi Member of the Order of the British Empire (MBE) pada tahun 1945 karena jasanya yang luar biasa di Royal Engineers selama kampanye Perang Dunia II di Afrika Utara dan Italia.

Segera setelah perang, ia bekerja di sekretariat Partai Buruh sebagai kepala departemen internasional sekretariat tersebut selama tujuh tahun sebelum menjadi anggota Parlemen pada tahun 1952. Denis Healey menjadi menteri pertahanan selama enam tahun (1964-70) dan kemudian menjadi kanselir Menteri Keuangan ketika Partai Buruh kembali berkuasa pada tahun 1974.

Denis Healey menerapkan langkah-langkah sulit dan bahkan keras dalam anggaran selama periode krisis ekonomi di seluruh dunia. Upayanya untuk membujuk serikat buruh yang berkuasa untuk menerima batas kenaikan upah hanya berhasil sebagian. Peristiwa mogok kerja serikat pada tahun 1978-79, merupakan salah satu penyebab kekalahan Partai Buruh pada tahun 1979 dan kemenangan Partai Konservatif di bawah Margaret Thatcher.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Dua Syarat Bagi Pengusaha untuk Dapat Stimulus

Denis Healey diangkat sebagai Companion of Honour pada tahun 1979 dan sebagai orang yang menerima gelar kehormatan Inggris seumur hidup (life peer) pada tahun 1992.

Topik : Kutipan, penggelapan pajak, penghindaran pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 05 Mei 2020 | 20:05 WIB
STATISTIK REZIM IP
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 15:01 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:01 WIB
PERJANJIAN DAGANG
Minggu, 12 Juli 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 12 Juli 2020 | 12:01 WIB
CHINA
Minggu, 12 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:01 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:01 WIB
MALAYSIA