Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

2 Menteri Keuangan Ini Dukung Seruan AS Soal Pajak Minimum Global

A+
A-
1
A+
A-
1
2 Menteri Keuangan Ini Dukung Seruan AS Soal Pajak Minimum Global

Menkeu Prancis Bruno Le Maire dan Menkeu Jerman Olaf Scholz. (foto: voanews.com dan ndr.de)

BRUSSELS, DDTCNews – Jerman dan Prancis sepakat mendukung seruan Amerika Serikat (AS) untuk menerapkan pajak minimum global untuk perusahaan multinasional.

Dukungan tersebut disampaikan Menkeu Prancis Bruno Le Maire dan Menkeu Jerman Olaf Scholz. Kedua menteri tersebut menyatakan akan menyetujui proposal AS untuk menetapkan tarif minimum global sebesar 21%.

Olaf menuturkan penerapan tarif minimum global menjadi instrumen penting untuk mengakhiri perlombaan penurunan tarif PPh badan di banyak negara. Dia cukup optimistis kesepakatan global pajak digital dapat dicapai pada musim panas 2021.

Baca Juga: DJP Akhirnya Serahkan Penerbit Faktur Pajak Fiktif ke Kejari

"Saya, secara pribadi, tidak menentang proposal AS," katanya, dikutip pada Rabu (28/4/2021).

Bruno mengatakan proposal AS menjadi bagian dari proses kesepakatan global untuk menjawab tantangan pemajakan ekonomi digital. Menurutnya, Prancis dan Jerman mendorong Uni Eropa satu suara terkait dengan seruan pajak minimum global yang disodorkan AS.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah melakukan negosiasi dengan negara anggota Uni Eropa yang menolak proposal tersebut. Dia menjelaskan proses negosiasi tersebut berlaku terhadap Irlandia, Malta, dan Luksemburg yang selama ini resisten terhadap proposal pajak minimum global.

Baca Juga: Bantuan Usaha Mikro Jadi Temuan BPK, Ini Respons Kemenkop UKM

Dia menegaskan konsensus global pajak digital wajib dicapai pada tahun ini. Pasalnya, masyarakat Eropa secara umum sudah muak dengan perilaku perusahaan multinasional yang tidak membayar pajak dengan adil di negara tempat beroperasi.

"Mereka sudah muak dengan fakta bahwa perusahaan digital tidak membayar pajak dengan tarif yang sama dengan perusahaan kecil, baik itu Jerman maupun di Prancis," terangnya.

Kedua menteri tersebut juga menyoroti aspek kedaulatan Eropa dalam jangka panjang pascakrisis Covid-19. Menurut Bruno, Uni Eropa perlu melihat kembali perannya di tengah persaingan dua kutub ekonomi dunia, yaitu AS dan China.

Baca Juga: Layanan Elektronik DJP yang Sempat Gangguan Sudah Bisa Dipakai Lagi

"Kami tidak tahu apakah akan tetap kompetitif secara ekonomi dan teknologi [dengan AS dan China] atau kami akan terdegradasi ke liga kedua," ujar Bruno, seperti dilansir dw.com. (kaw)

Topik : Uni Eropa, Prancis, Jerman, pajak digital, pajak minimum global, AS
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 23 Juni 2021 | 13:00 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 23 Juni 2021 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 23 Juni 2021 | 11:49 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 23 Juni 2021 | 11:30 WIB
PEMERIKSAAN BPK
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA