Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

14 WP Kakap Ini Tersingkir dari Penerima Penghargaan

A+
A-
3
A+
A-
3
14 WP Kakap Ini Tersingkir dari Penerima Penghargaan

Sejumlah wajib pajak orang pribadi menerima penghargaan WP terbaik dari DJP. (llustrasi)

JAKARTA, DDTCNews - Sedikitnya 14 wajib pajak (WP) besar baik orang pribadi maupun badan di wilayah kerja Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar tersingkir dari daftar penerima penghargaan tahunan. Sebaliknya, sebanyak 13 WP baru masuk ke dalam daftar penerima penghargaan.

Di antara mereka yang tersingkir terdapat nama-nama seperti James Riady (Grup Lippo), Sofjan Wanandi (Grup Gemala), Anthoni Salim (Grup Indofood), Chairul Tanjung (Grup Trans), Erick Thohir (Grup Mahaka), dan Edwin Soeryadjaja (Grup Saratoga).

Sebaliknya, di antara yang baru masuk terdapat nama-nama seperti Alexander Tedja (Grup Pakuwon), Budi Purnomo Hadisurjo (Grup Optic Melawai), Garibaldi Thohir (Grup Adaro), dan TP Rachmat (Grup Triputra).

Baca Juga: DJP: UMKM Tidak Diawasi atau Dikejar-kejar

Tahun lalu, penghargaan juga diberikan pada 13 Maret 2018, sama dengan penghargaan tahun ini, 13 Maret 2019. Namun, jika tahun lalu terdapat 31 WP penerima penghargaan, tahun ini hanya 30 WP yang menerima penghargaan.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan penghargaan kepada 30 WP ini merupakan bentuk apresiasi Ditjen Pajak karena kepatuhan WP bersangkutan atas peraturan perpajakan dan kerja sama yang terjalin baik atara fiskus dan wajib pajak.

"Acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada WP terpilih di 2019 karena kontribusi yang signifikan dan koordinasi baik. Selain itu WP terpilih tahun ini memiliki tingkat kepatuhan yang sangat baik," katanya di Aula Kanwil WP Besar di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga: Bansos Jadi Salah Satu Senjata Sri Mulyani Hadapi Corona

Lebih lanjut, Robert menjelaskan komposisi penerima penghargaan tahun ini didominasi oleh WP badan dengan 24 entitas bisnis mendapat penghargaan. Sisanya, 6 WP orang pribadi menggenapi 30 WP yang menerima penghargaan.

Kontribusi penerimaan dari Kanwil WP Besar juga signifikan. Berdasarkan data tahun lalu dengan setoran sebesar Rp418,73 triliun, berkontribusi 31% terhadap total penerimaan yang dikelola oleh DJP.

Secara persentase, Robert menjabarkan target 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Adapun target 2019 sebesar Rp498 triliun atau tumbuh 19% dari realisasi 2018. Dengan kata lain, kontribusinya terhadap total target nasional mencapai 31,57% dari Rp1.577,56 triliun.

Baca Juga: Dinilai ‘Tahan Banting’, Kontribusi UMKM ke Pajak Diharapkan Naik

"Acara ini penting karena peran WP besar dalam mencapai target penerimaan Kanwil sebesar Rp418 triliun dan berkontribusi 31% dari total penerimaan DJP," imbuhnya.

Berikut daftar 14 nama WP besar yang tersingkir dari daftar penerima penghargaan, dan daftar 13 nama WP besar yang masuk dalam daftar penerima penghargaan:

WP Besar yang Tersingkir dari Daftar Penerima Penghargaan:

Baca Juga: DPR Minta Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Alasannya
  1. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
  2. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
  3. PT. Pama Persada Nusantara
  4. PT. Pupuk Indonesia (Persero)
  5. PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  6. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
  7. James Tjahaja Riady (Grup Lippo)
  8. SofjanWanandi (Grup Gemala)
  9. Anthoni Salim (Grup Indofood)
  10. Chairul Tanjung (Grup Trans)
  11. Erick Thohir (Grup Mahaka)
  12. Edwin Soeryadjaya (Grup Saratoga)
  13. PT. Pegadaian (Persero)
  14. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

WP Besar yang Baru Masuk Daftar Penerima Penghargaan:

  1. PT Astra Honda Motor
  2. Alexander Tedja (Grup Pakuwon)
  3. Budi Purnomo Hadisurjo (Grup OPtic Melawai)
  4. PT Freeport lndonesia
  5. Garibaldi Thohir (Grup Adaro)
  6. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
  7. PT Pelabuhan Indonesia Ill (Persero)
  8. PT Petrokimia Gresik
  9. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  10. Rachmat Theodore Permadi (Grup Triputra)
  11. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  12. PT Toyota Astra Motor
  13. PT United Tractors Tbk (Bsi)

Sebaliknya, di antara yang baru masuk terdapat nama-nama seperti Alexander Tedja (Grup Pakuwon), Budi Purnomo Hadisurjo (Grup Optic Melawai), Garibaldi Thohir (Grup Adaro), dan TP Rachmat (Grup Triputra).

Baca Juga: DJP: UMKM Tidak Diawasi atau Dikejar-kejar

Tahun lalu, penghargaan juga diberikan pada 13 Maret 2018, sama dengan penghargaan tahun ini, 13 Maret 2019. Namun, jika tahun lalu terdapat 31 WP penerima penghargaan, tahun ini hanya 30 WP yang menerima penghargaan.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan penghargaan kepada 30 WP ini merupakan bentuk apresiasi Ditjen Pajak karena kepatuhan WP bersangkutan atas peraturan perpajakan dan kerja sama yang terjalin baik atara fiskus dan wajib pajak.

"Acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada WP terpilih di 2019 karena kontribusi yang signifikan dan koordinasi baik. Selain itu WP terpilih tahun ini memiliki tingkat kepatuhan yang sangat baik," katanya di Aula Kanwil WP Besar di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga: Bansos Jadi Salah Satu Senjata Sri Mulyani Hadapi Corona

Lebih lanjut, Robert menjelaskan komposisi penerima penghargaan tahun ini didominasi oleh WP badan dengan 24 entitas bisnis mendapat penghargaan. Sisanya, 6 WP orang pribadi menggenapi 30 WP yang menerima penghargaan.

Kontribusi penerimaan dari Kanwil WP Besar juga signifikan. Berdasarkan data tahun lalu dengan setoran sebesar Rp418,73 triliun, berkontribusi 31% terhadap total penerimaan yang dikelola oleh DJP.

Secara persentase, Robert menjabarkan target 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Adapun target 2019 sebesar Rp498 triliun atau tumbuh 19% dari realisasi 2018. Dengan kata lain, kontribusinya terhadap total target nasional mencapai 31,57% dari Rp1.577,56 triliun.

Baca Juga: Dinilai ‘Tahan Banting’, Kontribusi UMKM ke Pajak Diharapkan Naik

"Acara ini penting karena peran WP besar dalam mencapai target penerimaan Kanwil sebesar Rp418 triliun dan berkontribusi 31% dari total penerimaan DJP," imbuhnya.

Berikut daftar 14 nama WP besar yang tersingkir dari daftar penerima penghargaan, dan daftar 13 nama WP besar yang masuk dalam daftar penerima penghargaan:

WP Besar yang Tersingkir dari Daftar Penerima Penghargaan:

Baca Juga: DPR Minta Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Alasannya
  1. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
  2. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
  3. PT. Pama Persada Nusantara
  4. PT. Pupuk Indonesia (Persero)
  5. PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  6. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
  7. James Tjahaja Riady (Grup Lippo)
  8. SofjanWanandi (Grup Gemala)
  9. Anthoni Salim (Grup Indofood)
  10. Chairul Tanjung (Grup Trans)
  11. Erick Thohir (Grup Mahaka)
  12. Edwin Soeryadjaya (Grup Saratoga)
  13. PT. Pegadaian (Persero)
  14. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

WP Besar yang Baru Masuk Daftar Penerima Penghargaan:

  1. PT Astra Honda Motor
  2. Alexander Tedja (Grup Pakuwon)
  3. Budi Purnomo Hadisurjo (Grup OPtic Melawai)
  4. PT Freeport lndonesia
  5. Garibaldi Thohir (Grup Adaro)
  6. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
  7. PT Pelabuhan Indonesia Ill (Persero)
  8. PT Petrokimia Gresik
  9. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  10. Rachmat Theodore Permadi (Grup Triputra)
  11. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  12. PT Toyota Astra Motor
  13. PT United Tractors Tbk (Bsi)
Topik : WP besar, WP tersingkir, penghargaan WP, Ditjen Pajak, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa

Bambang Prasetia

Kamis, 21 November 2019 | 16:06 WIB
pertanyaannya ; membuka besaran atau penilaian WP atas besaran tsb apakah dapat dikatagorikan melnaggar pasal 34 KUP ttg kerahasiaan perpajakan. Meski ini sbg promosi pajak u masyarakat luas namun perlu dibuktikan .. bebas dr aturan.. mk perlu diuji ...

Bambang Prasetia

Kamis, 21 November 2019 | 15:55 WIB
pemberian penghargaan sebaiknya juga diadakan penelitian uji kepatuhan ..meski besar belum tentu Tax clearance berhasil... koreksi tentu banyak ..istilahnya mrk bukan perush malaikat
1
artikel terkait
Rabu, 27 Februari 2019 | 17:24 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 19 Maret 2019 | 08:27 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 29 Januari 2019 | 09:42 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Senin, 25 Februari 2019 | 09:43 WIB
KEPATUHAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 18 Februari 2020 | 16:24 WIB
AGENDA PAJAK
Selasa, 18 Februari 2020 | 15:55 WIB
KOTA JAYAPURA
Selasa, 18 Februari 2020 | 15:46 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Selasa, 18 Februari 2020 | 15:40 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI
Selasa, 18 Februari 2020 | 15:12 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Selasa, 18 Februari 2020 | 15:06 WIB
BPJS KESEHATAN
Selasa, 18 Februari 2020 | 14:36 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Selasa, 18 Februari 2020 | 14:17 WIB
TRANSFER PRICING
Selasa, 18 Februari 2020 | 14:15 WIB
KESADARAN PAJAK
Selasa, 18 Februari 2020 | 14:03 WIB
EKONOMI DIGITAL