Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Populasi Kian Menua, PPN Diproyeksikan Kian Menurun

A+
A-
0
A+
A-
0
 Populasi Kian Menua, PPN Diproyeksikan Kian Menurun

Seorang lansia berjalan di salah satu sudut Kota Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu. Penelitian terbaru yang dipublikasikan Korean Association of Public Finance menunjukkan berlanjutnya penuaan populasi Korea Selatan dikhawatirkan akan semakin menurunkan rasio penerimaan pajak pertambahan nilai terhadap produk domestik bruto. (Foto: borgenproject.org)

SEOUL, DDTCNews - Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Korean Association of Public Finance menunjukkan berlanjutnya penuaan populasi Korea Selatan dikhawatirkan akan semakin menurunkan rasio penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap produk domestik bruto (PDB).

Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Korea Selatan didorong untuk terus meningkatkan kapasitas fiskalnya agar memiliki dana yang cukup dalam memberikan stimulus terhadap perekonomian.

"Penduduk lansia cenderung tidak membeli barang yang dikenai PPN. Bila tren penuaan populasi berlanjut, penerimaan pajak akan menurun diikuti rasio PPN terhadap PDB di Korea Selatan yang menurun," ujar profesor ekonomi Hongik University Sung Myung Jae, dikutip Selasa (5/1/2021).

Baca Juga: Insentif Pajak Bagi Pemilik Properti Berlaku Hingga Desember 2021

Bagaimanapun, PPN dinilai masih tetap diperlukan untuk menyokong program-program yang digulirkan oleh pemerintah seperti pembangunan infrastruktur sosial dan pemberian bantuan sosial.

"Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan telah meningkatkan rasio PPN. Namun, kinerja perekonomian saat ini masih tertekan oleh Covid-19 dan penuaan populasi akan terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang," ujar Sung seperti dilansir koreaherald.com.

Untuk diketahui, untuk pertama kalinya Korea Selatan tercatat mengalami penurunan jumlah populasi. Populasi Korea Selatan per 31 Desember tercatat mencapai 51,8 juta jiwa, turun 20.838 jiwa bila dibandingkan dengan 2019.

Baca Juga: Ada Survei Pajak atas Orang Kaya, Ini Hasilnya

Jumlah kelahiran pada 2020 tercatat mengalami penurunan -10,6% menjadi tinggal 275.815 kelahiran, di bawah angka kelahiran pada 2019 yang masih berada di atas 300.000 kelahiran.

Selain faktor penuaan yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun-tahun yang akan datang. Sung juga mencatat saat ini sudah terdapat tanda-tanda penurunan konsumsi rumah tangga.

Pada 2020, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB tercatat hanya sebesar 46,1%, lebih rendah dari 2019 ketika konsumsi rumah tangga mampu berkontribusi sebesar 48,58% terhadap PDB. Hal ini juga akan turut menekan potensi PPN Korea Selatan.

Baca Juga: Aktivitas Bisnis Lesu, Penerimaan Pajak Minus 2,7%

Penuaan populasi juga diproyeksikan akan menekan prospek pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun-tahun yang akan datang. Sung memperkirakan rata-rata pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada 2026 hingga 2035 hanya berkisar 0,4%, jauh di bawah pertumbuhan ekonomi rata-rata pada 2016 hingga 2025 yang mencapai 1,9%. (Bsi)

Topik : populasi menua, PPN menurun, Korea Selatan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:45 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 27 September 2020 | 09:06 WIB
KOREA SELATAN
Senin, 31 Agustus 2020 | 10:51 WIB
KOREA SELATAN
Minggu, 16 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:30 WIB
VAKSIN COVID-19
Kamis, 25 Februari 2021 | 21:46 WIB
WEBINAR PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)