Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Tahun Terakhir Defisit APBN di Atas 3% PDB, Ini Kata Sri Mulyani

A+
A-
3
A+
A-
3
Tahun Terakhir Defisit APBN di Atas 3% PDB, Ini Kata Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan penyusunan APBN 2022 akan dilakukan lebih hati-hati lantaran menjadi tahun terakhir defisit anggaran berada di atas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sri Mulyani mengatakan APBN telah bekerja sangat keras untuk menopang perekonomian Indonesia sejak tahun lalu. Menurutnya, pemerintah akan memanfaatkan ruang pelebaran defisit yang diberikan UU 2/2020 hingga di atas 3% selama 3 tahun dengan bijaksana.

"[APBN] 2022 belum disampaikan kepada DPR, tetapi kami akan mengamati upaya pemulihan ini secara hat-hati," katanya dalam webinar Fitch on Indonesia 2021, Rabu (24/3/2021).

Baca Juga: Curhat Sri Mulyani saat Mengambil Kebijakan di Tengah Pandemi Covid-19

Sri Mulyani mengatakan proses penyusunan APBN 2022 terus berjalan. RUU APBN akan disampaikan Presiden Joko Widodo kepada DPR pada Agustus 2021 sebelum nantinya disahkan pada 2 bulan kemudian.

Menurutnya, peran APBN sebagai countercyclical sudah terlihat dalam upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari tekanan pandemi Covid-19. Pemerintah juga menambah belanja penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan UMKM, serta dorongan pemulihan dunia usaha.

Dengan memperhatikan outlook perekonomian 2022, Sri Mulyani menyebut penyusunan postur APBN akan menyeimbangkan target penerimaan negara dengan kebutuhan belanja yang tetap akan berfokus pada pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Begini Tahapan Pengawasan BPKP terhadap Pelaksanaan APBN 2021

"Defisit APBN 2022 akan lebih rendah dari tahun ini, yang menunjukkan adanya upaya konsolidasi," ujarnya.

UU 2/2020 mengizinkan defisit APBN melebar hingga di atas 3% terhadap PDB selama 3 tahun untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Pada 2020, defisit APBN tercatat 6,09% terhadap PDB, sedangkan tahun ini ditargetkan 5,7% terhadap PDB.

Pada 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07%, tetapi ditargetkan pulih menjadi 5% pada tahun ini. Menurut Sri Mulyani, ekonomi Indonesia memiliki peluang besar untuk pulih, terutama karena vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan dan implementasi UU Cipta Kerja. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: 2022 Jadi Penentu Konsolidasi Fiskal

Topik : kebijakan fiskal, APBN, defisit anggaran, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 29 April 2021 | 15:54 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Kamis, 29 April 2021 | 15:12 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Kamis, 29 April 2021 | 14:48 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 29 April 2021 | 14:03 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
berita pilihan
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 07:01 WIB
HASIL AUDIT BPKP
Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01 WIB
ROKOK ILEGAL