Review
Rabu, 21 April 2021 | 15:36 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 April 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 21 APRIL - 27 APRIL 2021
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Reportase
Perpajakan.id

Setoran Pajak Ini Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

A+
A-
0
A+
A-
0
Setoran Pajak Ini Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Pedagang menata sayuran saat Masa Transisi Normal Baru di pasar yang menerapkan sistem ganjil genap sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Pasar Oro-oro Dowo, Malang, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). Pemkab Malang menyebutkan realisasi penerimaan pajak pemanfaatan air bawah tanah tidak banyak terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19. (ANTARA FOTO/Ari Bowo SuciptO/FOC)
 

KEPANJEN, DDTCNews - Pemkab Malang, Jawa Timur menyebutkan realisasi penerimaan pajak pemanfaatan air bawah tanah tidak banyak terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19. Pasalnya, setoran relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab. Malang Made Arya Wedanthara mengatakan tidak semua komponen pajak daerah mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19. Pasalnya, setoran pajak air bawah masih sesuai dengan ekspektasi seperti saat anggaran disusun.

"Hingga akhir April 2020 target pajak air bawah tanah sudah terpenuhi lebih dari 45%. Dengan capaian tersebut, membuat pajak daerah sektor ini tetap stabil meski sekarang sedang pandemi," katanya di Kepanjen, Malang, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Perjalanan Sebelum dan Sesudah Masa Larangan Mudik Lebaran Diperketat

Made menuturkan apabila dalam kondisi normal, pemerintah berasumsi pada setiap akhir April seluruh pos setoran pajak daerah sudah memenuhi 40% dari target. Namun, karena adanya pandemi, hanya penerimaan pajak air bawah tanah yang berhasil memenuhi target.

Catatan mengilap tersebut kemudian berlanjut hingga Juni 2020. Penerimaan pajak air bawah tanah Pemkab Malang pada periode Mei hingga Juni 2020 mencapai Rp1 miliar. Penerimaan tersebut tidak terlampau jauh dari target yang dipatok Bapenda Kab. Malang sebesar Rp1,4 miliar.

"Dengan capaian tersebut, berarti dalam 2 bulan yakni Mei sampai Juni progres pendapatan pajak air bawah tanah sudah mengalami peningkatan sekitar Rp250 juta," tutur Made.

Baca Juga: Optimalkan Penerimaan Pajak Air Tanah, Perusahaan Bakal Ditertibkan

Ia menyebutkan dengan realisasi setoran pajak air bawah tanah pada semester I/2020 yang sudah 73% dari target maka diharapkan kinerja dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

"Dengan capaian positif ini, tentunya kami berharap pajak air bawah tanah bisa mengalami surplus meski di tengah pandemi Covid-19," ungkapnya seperti dilansir jatimtimes.com. (Bsi)

Baca Juga: Ekspor Membaik, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Telah Bangkit
Topik : pajak air tanah, kabupaten malang, covid-19
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 April 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 31 Maret 2021 | 15:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 31 Maret 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Kamis, 22 April 2021 | 17:57 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Kamis, 22 April 2021 | 17:37 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 17:15 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 16:47 WIB
KINERJA APBD
Kamis, 22 April 2021 | 16:45 WIB
KABUPATEN BEKASI
Kamis, 22 April 2021 | 16:25 WIB
INSENTIF PPnBM
Kamis, 22 April 2021 | 16:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 16:05 WIB
KINERJA FISKAL