Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Serang Balik, Uni Eropa Ancam Terapkan Pajak Pada Barang AS

0
0

Ilustrasi. 

BRUSSEL, DDTCNews – Uni Eropa (UE) telah menyusun daftar produk-produk Amerika Serikat (AS) senilai US$20 miliar (Rp281,08 triliun) yang dapat dikenakan pajak. Penyusunan dilakukan setelah perselisihan tentang subsidi industri pesawat Boeing meningkat.

Komisioner Perdagangan UE Cecilia Malmstrom mengatakan UE ingin menghindari tindakan ‘tit-for-tat’ dalam perselisihan yang sudah berjalan lama. Namun, menurutnya, UE tetap terbuka untuk berdiskusi masalah tersebut guna mendapat kesepakatan.

“Blok perdagangan terbesar dunia tetap terbuka untuk diskusi dengan AS, asalkan tanpa prasyarat dan bertujuan untuk hasil yang adil,” katanya seperti dikutip pada Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand

Komisi Eksekutif UE menyebut UE dapat mengenakan pajak atas produk seperti bagian-bagian pesawat hingga ikan beku mulai awal tahun depan. Pemajakan ini sebagai balasan atas dukungan keuangan AS kepada Boeing yang dikabarkan berpotensi merugikan Airbus Eropa.

Perselisihan bermula saat AS mempersiapkan tarif pada barang senilai US$11 miliar (Rp154,59 triliun) yang diperdagangkan oleh UE untuk mengimbangi subsidi UE terhadap Airbus yang mencederai Boeing. AS mendata barang tersebut meliputi pesawat Eropa, anggur, keju, dan minyak zaitun.

Tindakan AS memicu UE yang menargetkan tarif pada barang AS senilai US$12 miliar (Rp168,58 triliun). Bisnis dan pemangku kepentingan telah diminta untuk memberikan respons terhadap pemberlakuan tarif atas barang AS pada Mei mendatang.

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Daftar UE diumumkan kepada publik setelah badan perselisihan World Trade Organization (WTO) mengonfirmasi pada 11 April bahwa AS belum mengambil tindakan untuk mematuhi aturan subsidi. Para pejabat UE mengakui kemungkinan besar tarif tersebut akan berjumlah kurang dari US$20 miliar.

Ketegangan perdagangan antara AS dan UE telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor baja dan alumunium yang didatangkan dari Eropa pada tahun lalu. Kemudian, UE merespons dengan memberlakukan tarif pada baja, pertanian, Harley Davidson, hingga jus jeruk senilai US$3,4 miliar (Rp47,79 triliun).

Di samping itu, AS dan UE sejak Juli lalu telah mencari langkah untuk mengurangi tarif. Namun, Trump mengancam akan mengenakan tarif lebih besar pada mobil-mobil Eropa – industri besar di kawasan itu— jika negosiasi tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Prancis Pungut Pajak Tiket Pesawat Mulai 2020

“Blok perdagangan terbesar dunia tetap terbuka untuk diskusi dengan AS, asalkan tanpa prasyarat dan bertujuan untuk hasil yang adil,” katanya seperti dikutip pada Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Saling Pangkas Tarif Impor, Kesepakatan UE & Vietnam Ancam Thailand

Komisi Eksekutif UE menyebut UE dapat mengenakan pajak atas produk seperti bagian-bagian pesawat hingga ikan beku mulai awal tahun depan. Pemajakan ini sebagai balasan atas dukungan keuangan AS kepada Boeing yang dikabarkan berpotensi merugikan Airbus Eropa.

Perselisihan bermula saat AS mempersiapkan tarif pada barang senilai US$11 miliar (Rp154,59 triliun) yang diperdagangkan oleh UE untuk mengimbangi subsidi UE terhadap Airbus yang mencederai Boeing. AS mendata barang tersebut meliputi pesawat Eropa, anggur, keju, dan minyak zaitun.

Tindakan AS memicu UE yang menargetkan tarif pada barang AS senilai US$12 miliar (Rp168,58 triliun). Bisnis dan pemangku kepentingan telah diminta untuk memberikan respons terhadap pemberlakuan tarif atas barang AS pada Mei mendatang.

Baca Juga: Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Daftar UE diumumkan kepada publik setelah badan perselisihan World Trade Organization (WTO) mengonfirmasi pada 11 April bahwa AS belum mengambil tindakan untuk mematuhi aturan subsidi. Para pejabat UE mengakui kemungkinan besar tarif tersebut akan berjumlah kurang dari US$20 miliar.

Ketegangan perdagangan antara AS dan UE telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor baja dan alumunium yang didatangkan dari Eropa pada tahun lalu. Kemudian, UE merespons dengan memberlakukan tarif pada baja, pertanian, Harley Davidson, hingga jus jeruk senilai US$3,4 miliar (Rp47,79 triliun).

Di samping itu, AS dan UE sejak Juli lalu telah mencari langkah untuk mengurangi tarif. Namun, Trump mengancam akan mengenakan tarif lebih besar pada mobil-mobil Eropa – industri besar di kawasan itu— jika negosiasi tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Prancis Pungut Pajak Tiket Pesawat Mulai 2020
Topik : Uni Eropa, Amerika Serikat
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA