Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Raker Terakhir, Agus Jelaskan Kinerja Selama Jadi Gubernur BI

A+
A-
0
A+
A-
0
Raker Terakhir, Agus Jelaskan Kinerja Selama Jadi Gubernur BI

JAKARTA, DDTCNews – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa (22/5). Ini merupakan Raker terakhir Agus jelang akhir masa jabatan pada 24 Mei 2018.

Setidaknya ada dua agenda penting dalam raker ini. Pertama, pemaparan capaian kinerja BI periode 2013-2018. Kedua adalah penjelasan BI terkait depresiasi rupiah yang mencapai Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Agenda adalah penyampaian laporan pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur BI 2013-2018, masa jabatan gubernur 2013-2018 akan berakhir pada 24 Mei 2018. Maka pada kesempatan ini meminta Gubernur BI untuk sampaikan laporan kinerja selama 5 tahun masa jabatan. Sebagai akuntabilitas dan transparansi atas pelaksanaan tugas dan wewenang BI," kata Wakil Ketua Komis XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir di Kompleks Parlemen.

Baca Juga: PP Soal DHE Bakal Direvisi, BI Pastikan Insentifnya Makin Menarik

Kemudian, dia melanjutkan bahwa anggota dewan juga ingin mengetahui perihal depresiasi rupiah. Kemudian langkah-langkah yang dilakukan bank sentral untuk menjaga nilai tukar.

"Komisi XI juga ingin memperoleh informasi mengenai kebijakan-kebijakan yang diambil dalam bidang ekonomi moneter dan sistem pembayaran. Dipersilakan Gubernur BI untuk memaparkan dan menjelaskannya," lanjutnya.

Dalam pemaparan awalnya, Agus menjelaskan transformasi yang ia lakukan selama menjabat. Perubahan-perubahan itu dapat terlihat dari sisi teknologi.

Baca Juga: BI Putuskan Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,75%

Seperti bantuan sosial non-tunai, elektronifikasi pembayaran di jalan tol, hingga peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai intregrasi sistem pembayaran domestik. Selain itu, dalam 5 tahun terakhir secara intensif mengembangkan keuangan syariah untuk menjadikannya sistem ekonomi yang lebih inklusif.

"Komite Nasional Keuangan Syariah, Pak Presiden bersedia menjadi ketua. Peran BI agar keuangan syariah itu BI banyak sekali berperan. Kami gandeng mulai dari MUI hingga pesantren, dan kami sempat gelar Shari’a Economic Festival di Surabaya," terangnya.

Seperti yang diketahui, Agus Martowardojo akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur BI pada Rabu, 23 Mei 2018. Selanjutnya Agus akan digantikan Gubernur BI yang baru Perry Warjiyo dan pelantikan akan mengambil tempat di Mahkamah Agung. (Amu)

Baca Juga: Ada Harbolnas dan Libur Natal, Penjualan Eceran Desember 2022 Naik

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : bank indonesia, gubernur bi, ekonomi indonesia

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 22 September 2022 | 15:20 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Jaga Inflasi, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen

Jum'at, 16 September 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Gunakan BI-CBS sebagai e-Banking Pemerintah, Begini Kata Wamenkeu

Kamis, 15 September 2022 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN MONETER

BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$400 Miliar

Rabu, 07 September 2022 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN MONETER

BI Catat Posisi Cadangan Devisa pada Agustus 2022 Tembus US$132 Miliar

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:30 WIB
PP 50/2022

Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:00 WIB
KABUPATEN REMBANG

Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ngeri! Bea Cukai dan Polri Sita Sabu 149 Kg Jaringan Malaysia-Aceh 

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T