Berita
Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK
Sabtu, 04 Desember 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

PM Jepang Baru Ini Bakal Naikkan Tarif Pajak dari Investasi

A+
A-
0
A+
A-
0
PM Jepang Baru Ini Bakal Naikkan Tarif Pajak dari Investasi

Fumio Kishida, presiden Partai Liberal Demokrat (LDP), terpilih sebagai perdana menteri ke-100, melalui pemungutan suara parlemen pada sidang paripurna DPR yang diadakan di Gedung Diet Nasional, di Tokyo, Jepang, Senin (4/10/2021). ANTARA FOTO/Photo by Kazuki Oishi/Sipa USA/RWA/djo

TOKYO, DDTCNews - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan mempertimbangkan untuk menaikkan tarif pajak atas penghasilan yang berasal dari investasi guna mendanai kebutuhan penanganan pandemi Covid-19.

"Saya mempertimbangkan untuk mengubah ketentuan pajak atas investment income, tetapi itu bukan satu-satunya opsi. Kami bisa juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang meningkatkan upah karyawan," kata Kishida, dikutip pada Selasa (5/10/2021).

Saat ini, tarif pajak yang dikenakan oleh Jepang atas penghasilan yang dikategorikan sebagai investment income seperti saham dan dividen dipatok 20%. Adapun rencana kebijakan pajak tersebut merupakan bagian dari New Japanese Capitalism yang diusung Kishida.

Baca Juga: Ada MotoGP, Setoran PAD 2022 Diprediksi Bakal Meroket

Seperti dilansir asia.nikkei.com, Kishida melalui New Japanese Capitalism menginginkan redistribusi kekayaan dan menindaklanjuti ketimpangan penghasilan yang kian melebar di Jepang. Menurutnya, deregulasi yang dilakukan pada periode 2001-2006 telah menciptakan kesenjangan sosial.

Meski demikian, kebijakan perdana menteri sebelumnya Shinzo Abe yang fokus pada pelonggaran kebijakan moneter, pemberian stimulus fiskal, dan reformasi struktural akan tetap dilanjutkan untuk memperkuat perekonomian.

Selain itu, pemerintah juga akan tetap meluncurkan stimulus fiskal triliunan yen dalam menghadapi pandemi Covid-19 hingga akhir tahun. Pemerintah juga berjanji untuk tetap memberikan subsidi bagi usaha kecil menengah.

Baca Juga: DJP Gencarkan Pengawasan WP Penerima Insentif, Begini Ketentuannya

Untuk diketahui, Fumio Kishida resmi menjadi Perdana Menteri Jepang yang dipilih parlemen pada 5 Oktober 2021. Kishida sebelumnya merupakan mantan Menteri Luar Negeri dan menjabat sebagai ketua Partai Demokratik Liberal (LDP).

Pria berumur 64 tahun tersebut juga telah meluncurkan susunan kabinet yang didominasi oleh sekutu mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan mantan Menteri Keuangan Taro Aso. Kishida juga akan mengadakan pemilihan parlemen pada 31 Oktober 2021. (rig)

Baca Juga: Isu Terpopuler: Wajib Pajak UMKM Bakal Wajib Lapor Omzet Mulai 2022
Topik : jepang, pm jepang fumio kishida, pajak, insentif pajak, tarif pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:00 WIB
AUSTRALIA

Aturan Penyusutan Aset Direvisi, Klaim Pajak Bisa Hingga Rp1,73 Miliar

Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Cara Pengukuhan PKP Badan dengan Status Cabang

Jum'at, 03 Desember 2021 | 13:00 WIB
AFRIKA SELATAN

Konsumsi Makin Tinggi, Makanan Cepat Saji Diusulkan Kena Cukai

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Dekati Masa Pelaporan SPT Tahunan, Jangan Lupa Siapkan EFIN

berita pilihan

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Ada MotoGP, Setoran PAD 2022 Diprediksi Bakal Meroket

Sabtu, 04 Desember 2021 | 10:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

DJP Gencarkan Pengawasan WP Penerima Insentif, Begini Ketentuannya

Sabtu, 04 Desember 2021 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Beberkan 3 Upaya Pemerintah Dorong Teknologi Digital

Sabtu, 04 Desember 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Isu Terpopuler: Wajib Pajak UMKM Bakal Wajib Lapor Omzet Mulai 2022

Sabtu, 04 Desember 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada UU HPP, Sri Mulyani Yakin Perpajakan Jadi Sumber Penerimaan Andal

Sabtu, 04 Desember 2021 | 06:30 WIB
SPANYOL

Skema Pajak Baru untuk Netflix Cs Disiapkan, Wajib Ada Alih Bahasa

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI