Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Pedoman Pengkreditan PM bagi PKP Beromzet Kurang dari Rp1,8 Miliar

A+
A-
7
A+
A-
7
Pedoman Pengkreditan PM bagi PKP Beromzet Kurang dari Rp1,8 Miliar

SALAH satu keuntungan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah dapat mengkreditkan pajak masukan dalam suatu masa dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama. Apabila pajak keluaran lebih besar maka kelebihan tersebut harus disetorkan ke kas negara.

Sebaliknya, apabila dalam masa pajak tersebut ternyata nilai pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, maka kelebihan pajak masukan tersebut dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya atau dimintakan restitusi. Inilah tata cara umum dalam pengkreditan pajak masukan.

Namun, cara menghitung pengkreditan pajak masukan tidak hanya itu. Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan pedoman pengkreditan pajak masukan bagi PKP yang peredaran usahanya tidak melebihi jumlah tertentu sebagaimana diatur dalam PMK 74/2010.

Baca Juga: Cara Menunda Pelunasan Kurang Bayar Pajak Berdasarkan SPT Tahunan

PKP yang dapat menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak Masukan tersebut adalah PKP yang mempunyai peredaran usaha dalam 1 tahun buku tidak melebihi Rp1,8 miliar. Selain itu, PKP juga harus memenuhi sejumlah persyaratan lainnya.

Persyaratan tersebut antara lain mempunyai peredaran usaha dalam 2 tahun buku sebelumnya tidak melebihi Rp1,8 miliar untuk setiap 1 tahun buku; atau wajib pajak yang baru dikukuhkan sebagai PKP. Bagi PKP Orang Pribadi yang dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan, pengertian tahun buku adalah tahun kalender.

Lalu, PKP harus memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP dikukuhkan paling lama pada saat batas waktu penyampaian SPT Masa PPN Masa Pajak pertama dalam tahun buku dimulainya penghitungan pengkreditan pajak masukan.

Baca Juga: Mahasiswa Dapat Kesempatan Kerja Magang di Kantor Perwakilan BPKP

Sementara itu, untuk wajib pajak yang baru dikukuhkan sebagai PKP harus melakukan pemberitahuan kepada Kepala KPP paling lama pada saat batas waktu penyampaian SPT Masa PPN Masa Pajak saat dikukuhkan sebagai PKP.

Besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan yang dihitung menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan sebesar 60% dari pajak keluaran untuk penyerahan Jasa Kena Pajak; atau 70% dari Pajak Keluaran untuk penyerahan barang kena pajak.

Bagi PKP yang melakukan penyerahan Jasa Kena Pajak dan menggunakan metode ini hanya wajib menyetorkan PPN pada setiap masa pajak sebesar 4% dari dasar pengenaan pajak (dalam hal ini peredaran bruto).

Baca Juga: Sudah Pakai e-Faktur 3.0? DJP Minta Masukan dari Wajib Pajak

Untuk PKP yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan menggunakan metode ini hanya wajib menyetorkan PPN pada setiap masa pajak sebesar 3% dari dasar pengenaan pajak, dalam hal ini peredaran bruto.

Untuk diperhatikan, PKP yang menggunakan penghitungan pengkreditan pajak masukan wajib beralih menggunakan mekanisme pengkreditan pajak masukan dengan pajak keluaran mulai masa pajak berikutnya setelah peredaran usahanya melebihi Rp1,8 miliar. Selesai. (Bsi)

Baca Juga: Cara Menonaktifkan NPWP bagi Pensiunan
Topik : pengkreditan PM bagi PKP beromzet kurang dari Rp1,8 miliar, pkp, tips pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Rabu, 03 Februari 2021 | 17:56 WIB
TIPS PAJAK
Selasa, 02 Februari 2021 | 15:31 WIB
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Sabtu, 30 Januari 2021 | 13:01 WIB
KEUANGAN NEGARA
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021