Review
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 21 Juli 2020 | 09:01 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Rabu, 29 Juli 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 29 JULI-4 AGUSTUS 2020
Selasa, 28 Juli 2020 | 17:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 29 Juli 2020 | 11:01 WIB
DDTC PODTAX
Reportase

OECD: Sumbangan PPh Badan Terhadap Penerimaan Negara Terus Membesar

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD: Sumbangan PPh Badan Terhadap Penerimaan Negara Terus Membesar

Ilustrasi. (foto: oecd.org)

PARIS, DDTCNews—Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan kontribusi pajak penghasilan badan terhadap total penerimaan negara dari pajak terus membesar dalam dua dekade terakhir ini.

Hal itu disebutkan OECD dalam laporan berjudul Corporate Tax Statistics. Dalam laporan itu, OECD mencatat rata-rata kontribusi PPh badan terhadap total penerimaan pajak di 93 yurisdiksi/negara pada 2000 mencapai 12,1%.

Pada 2017, rata-rata kontribusi PPh badan tersebut menjadi 14,6%. Tren kenaikan tersebut juga terjadi jika dibandingkan dengan PDB, rata-rata rasio PPh badan terhadap PDB naik dari 2,7% menjadi 3,1% pada 2017.

Baca Juga: Orientasi Pajak Digital Perlu Diubah, Ini Alasan Negosiator Top AS

“Rasio penerimaan pajak dari penghasilan badan tercatat semakin besar dan memiliki peran vital pada negara-negara berkembang,” sebut OECD dalam laporannya tersebut yang dirilis Kamis (9/7/2020).

OECD juga mencatat porsi PPh badan di negara-negara Afrika dan Amerika Latin masing-masing menyumbang 18,6% dan 15,5% dari total penerimaan pajak. Porsi tersebut lebih tinggi ketimbang negara anggota OECD sebesar 9,3%.

Terdapat delapan negara yang porsi PPh Badan mencapai lebih dari 25% pada 2017. Negara tersebut antara lain Mesir, Equatorial Guinea, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Papua Nugini, Singapura, serta Trinidad dan Tobago.

Baca Juga: Bekerja Itu Seperti Bermain

Sedangkan negara-negara yang memiliki porsi penerimaan pajak dari penghasilan badan kurang atau sama dengan 5% dari total penerimaan pajak antara lain Bahamas, Estonia, Italia, Slovenia dan Tokelau.

Dalam perkembangannya, OECD mencatat sumbangan PPh badan mencapai puncaknya pada 2008 dan sempat turun pada 2009 dan 2010. Hal ini merefleksikan dampak krisis ekonomi 2008-2009 terhadap sumbangsih PPh badan. (rig)

Baca Juga: OECD Terbitkan Panduan Tahapan Menjadi Anggota MAAC
Topik : prancis, oecd, pajak penghasilan, wajib pajak badan, perusahaan, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 27 Juli 2020 | 14:55 WIB
INGGRIS
Senin, 27 Juli 2020 | 10:31 WIB
IRLANDIA
Minggu, 26 Juli 2020 | 18:30 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Minggu, 26 Juli 2020 | 12:01 WIB
LAPORAN OECD
berita pilihan
Senin, 03 Agustus 2020 | 19:22 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Agustus 2020 | 17:38 WIB
CPNS KEMENKEU
Senin, 03 Agustus 2020 | 17:15 WIB
PMK 98/2020
Senin, 03 Agustus 2020 | 17:15 WIB
PROVINSI JAMBI
Senin, 03 Agustus 2020 | 17:11 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 03 Agustus 2020 | 16:49 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 03 Agustus 2020 | 16:13 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Agustus 2020 | 16:10 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Senin, 03 Agustus 2020 | 15:54 WIB
PPN PRODUK DIGITAL