Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Mengulas Dampak Perubahan Kebijakan Pajak Secara Mikro

A+
A-
1
A+
A-
1
Mengulas Dampak Perubahan Kebijakan Pajak Secara Mikro

DALAM mendesain kebijakan pajak yang tepat sasaran, implikasi suatu perubahan kebijakan terhadap penerimaan pajak tentunya perlu untuk diperhatikan. Ragamnya komponen yang terlibat serta efek redistribusi dalam isu pajak mendorong para ekonom untuk merancang suatu kerangka yang dapat mengatasi kompleksitas permasalahan tersebut.

Buku yang berjudul “Tax Policy Design and Behavioral Microsimulation Modelling” ini memberikan gambaran dalam pengamatan dampak kebijakan pajak dengan menggunakan model simulasi-mikro. Pada intinya, model ini memfokuskan penggunaan data cross-sectional yang berisi informasi mengenai karakteristik individu dan rumah tangga dari sisi pasokan tenaga kerja, penghasilan, serta pengeluarannya.

Menurut penulis buku ini, penggunaan model simulasi-mikro, baik yang berupa pendekatan perilaku (behavioral) ataupun pendekatan lainnya (non-behavioral), dapat menangkap unsur heterogenitas (heterogeneity) di dalam suatu populasi secara lebih efektif.

Baca Juga: Masalah Utang Saat Pandemi, Kebijakan Pajak Jadi Solusi Tunggal

Model simulasi-mikro dengan pendekatan perilaku memiliki tiga komponen utama. Pertama, pendekatan ini merupakan model yang bersifat statis, yakni dengan menghitung penghasilan bersih rumah tangga dalam skenario perubahan maupun saat ini.

Kedua, penerapan pendekatan ini dapat mengukur dampak penghasilan terhadap pola konsumsi ataupun pasokan tenaga kerja. Ketiga, pendekatan ini juga dapat mencakup mekanisme kesediaan individu untuk bekerja sebagai respons dari suatu perubahan kebijakan.

Sementara itu, penggunaan model simulasi-mikro dengan pendekatan non-behavioral tidak melibatkan dampak terhadap pola konsumsi ataupun preferensi untuk bekerja. Pendekatan ini lebih menggunakan metode aritmatika tanpa menyertakan suatu estimasi ekonometrika. Meskipun demikian, model ini lebih dapat menjangkau observasi secara lebih luas sehingga lebih merepresentasikan unsur heterogenitas di dalam suatu populasi.

Baca Juga: Menguak Cara AS Membiayai Perang Tanpa Pajak

Adapun data yang diperlukan antara lain berupa data survei pengeluaran rumah tangga serta data survei penghasilan dan perumahan. Keduanya diperlukan mengingat data survei pengeluaran umumnya tidak memiliki informasi yang cukup mengenai jumlah jam kerja individu. Di sisi lain, data survei penghasilan dan perumahan pada umumnya tidak memiliki informasi mengenai pengeluaran individu ataupun rumah tangga.

Pada bagian kesimpulan, buku ini memfokuskan pendekatan mikro dengan menggunakan proses simulasi dalam mengamati potensi implikasi dari berbagai perubahan kebijakan pajak. Walau demikian, pendekatan ini membutuhkan data yang sangat besar dengan proses simulasi dalam waktu cukup lama. Selain itu, pendekatan ini juga berpeluang menghasilkan kebutuhan terhadap data ekstensi lainnya, seperti kebutuhan akan data dari sisi permintaan tenaga kerja.

Selain itu, model dan pendekatan ini juga membutuhkan data terkini sehingga rekomendasi yang dihasilkan juga dapat lebih optimal. Lebih lanjut, analisis implikasi dari suatu perubahan kebijakan berpotensi menghasilkan suatu pandangan yang subjektif bagi pembuat kebijakan. Oleh karena itu, model ini juga membutuhkan komparasi dari perubahan kebijakan pajak alternatif lainnya.

Baca Juga: Pemerintah Perjelas Ketentuan PPN Soal Konsinyasi, Begini Isi Drafnya

Secara umum, buku ini layak untuk dibaca oleh pembuat kebijakan maupun para peneliti dalam mengamati implikasi suatu kebijakan pajak dari sudut pandang mikro. Buku ini menyediakan metode analisis kebijakan yang sangat bermanfaat dalam mendesain suatu kebijakan yang efektif dan tepat guna. Tertarik membaca buku ini? Datanglah ke DDTC Library!

Topik : buku, buku pajak, kebijakan pajak, penerimaan pajak, DDTC Library
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 11 Januari 2021 | 18:16 WIB
KINERJA KANWIL DJP
Senin, 11 Januari 2021 | 17:38 WIB
PENERIMAAN PAJAK
berita pilihan
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:33 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:08 WIB
PPh DIVIDEN
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:00 WIB
UU CIPTA KERJA
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:53 WIB
KOTA BANDUNG
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:45 WIB
JERMAN
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:11 WIB
SENSUS PENDUDUK 2020
Kamis, 21 Januari 2021 | 16:26 WIB
PPh DIVIDEN