Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kurang Setor PPN, Booking.com Kena Tagih Pajak Rp2,6 Triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Kurang Setor PPN, Booking.com Kena Tagih Pajak Rp2,6 Triliun

Ilustrasi

ROMA, DDTCNews – Otoritas pajak Italia menagih tunggakan pajak senilai €153 juta atau setara dengan Rp2,6 triliun kepada Booking.com selaku perusahaan akomodasi online yang berbasis di Amsterdam, Belanda.

Fiskus menggandeng Jaksa Penuntut Umum wilayah Genoa dalam menagih pembayaran pajak kepada booking.com. Nilai penghindaran pajak tersebut berasal dari tidak disetornya PPN atas pemesanan akomodasi dalam kurun waktu 2013-2019.

"Booking.com memperoleh pemesanan antara €700 juta-€800 juta dalam periode 7 tahun dan tidak dikenai pajak secara akurat. Perusahaan seharusnya membayar PPN hingga €153 juta," kata Jaksa Penuntut Umum Genoa Giancarlo Vona dan Francesco Pinto dikutip pada Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Keduanya menyatakan proses investigasi perihal kewajiban perpajakan booking.com sudah dilakukan sejak 2018. Perusahaan yang didirikan di Belanda pada 1996 tersebut langsung ditagih PPN untuk periode 2013-2019 pada pekan ini.

Di lain pihak, Booking.com belum mengeluarkan pernyataan detail terkait dengan perihal kasus pajak dengan Pemerintah Italia tersebut. Perusahaan hanya menegaskan mereka mematuhi regulasi pajak yang berlaku ditempat layanan beroperasi.

Seperti dilansir xinhuanet.com, tudingan Italia terhadap Booking.com menjadi kasus pajak baru yang melibatkan perusahaan digital. Pemerintah sebelumnya memang memiliki riwayat sengketa pajak dengan raksasa ekonomi digital tentang pemenuhan kewajiban pajak domestik.

Baca Juga: Pajak Karbon Diterapkan, Beban Eksportir Bakal Naik Belasan Triliun

Raksasa mesin pencari internet Google juga pernah terlibat sengketa pajak di Italia. Selain itu, perusahaan digital multinasional seperti Facebook, Apple, Amazon dan Airbnb pernah berurusan dengan otoritas pajak Negeri Pizza. (rig)

Topik : italia, penagihan pajak, PPN, booking.com, penegakan hukum, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 23 Juli 2021 | 13:00 WIB
RESENSI JURNAL

Adaptasi Kebijakan PPN di Uni Eropa

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Awasi Kinerja Keuangan Daerah, Kemendagri Bikin Aplikasi Khusus

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:13 WIB
PELAYANAN PAJAK

DJP: 3 Layanan Elektronik Ini Tidak Dapat Diakses Sementara

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK

Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:54 WIB
CHINA

China Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:36 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Mulai Bulan Depan, Penagihan Pajak Digencarkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Kemplang Pajak Lewat Bitcoin, Pengusaha Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN MALANG

Apresiasi Pembayar Pajak, Pemkot Adakan Acara Bagi-Bagi Hadiah