Berita
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH
Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Rabu, 12 Januari 2022 | 15:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

KPK Sebut Puluhan Ribu Pejabat Negara Belum Laporkan Harta Kekayaan

A+
A-
1
A+
A-
1
KPK Sebut Puluhan Ribu Pejabat Negara Belum Laporkan Harta Kekayaan

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) berjalan didampingi istrinya usai mendatangi Kantor KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (22/3/2021). Kedatangan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

JAKARTA, DDTCNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan belum seluruh penyelenggara negara menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2020.

Plt Jubir KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan jumlah LHKPN yang sudah masuk hingga batas akhir penyampaian pada 31 Maret 2021 mencapai 356.133 laporan, atau 94,2% dari total wajib lapor (WL) pejabat negara sebanyak 378.072 secara nasional.

"Masih terdapat 21.939 Wajib Lapor atau Penyelenggara Negara (PN) yang belum menyampaikan laporan kekayaannya," katanya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Ipi memerinci kepatuhan pejabat negara bidang eksekutif dalam menyampaikan LHKPN mencapai 94,22% dari total 306.217 wajib lapor. Kemudian kepatuhan penyelenggara negara bidang yudikatif dalam menyampaikan LHKPN mencapai 98,27% dari total 19.778 wajib lapor.

Sementara itu, kepatuhan penyelenggara negara bidang legislatif sebesar 84,84% dari total 20.094 wajib lapor. Selanjutnya, pejabat dari lingkungan BUMN atau BUMD yang menyampaikan LHKPN mencapai 97,34% dari total 31.983 wajib lapor.

KPK mencatat terdapat 762 instansi yang seluruh pejabatnya atau 100% telah menyampaikan LHKPN tahun pelaporan 2020. Capaian tersebut menyumbang 54% dari total 1.404 instansi yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak

"Pada bidang eksekutif di tingkat pemerintah pusat, dari 93 pejabat setingkat menteri, wakil menteri dan kepala badan atau lembaga tercatat 5 PN yang merupakan wajib lapor periodik belum memenuhi kewajiban LHKPN," jelas Ipi.

Pada level pemerintah daerah, jumlah kepala daerah setingkat gubernur, bupati dan wali kota yang belum menyampaikan LHKPN sebanyak 33 kepala daerah dari total 515 kepala daerah. Nanti, KPK akan melakukan verifikasi bertahap atas laporan kekayaan yang disampaikan hingga 31 Maret 2021.

Jika hasil verifikasi dinyatakan tidak lengkap maka pejabat negara wajib menyampaikan kelengkapan maksimal 30 hari sejak diterimanya pemberitahuan. Adapun KPK tetap menerima LHKPN setelah batas waktu, tetapi LHKPN tersebut akan berstatus Terlambat Lapor.

Baca Juga: Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

"Kami mengimbau PN baik di bidang eksekutif, uudikatif, legislatif maupun BUMN/D untuk tetap memenuhi kewajiban LHKPN. Kami juga meminta PN untuk mengisi LHKPN secara jujur, benar dan lengkap," ujar Ipi. (rig)

Topik : LHKPN 2020, KPK, harta pejabat negara, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:30 WIB
PELAPORAN PAJAK

Soal Target Kepatuhan Formal Pelaporan SPT Tahunan, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Beralih ke Core Tax System, Beberapa Aplikasi DJP Bakal Diganti

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Sudah Kirim Email Soal PPS kepada 3,42 Juta Wajib Pajak

Senin, 17 Januari 2022 | 19:00 WIB
SINGAPURA

Dianggap Sukses Tekan Emisi, Singapura Kembali Naikkan Pajak Karbon

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:40 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:23 WIB
AGENDA ATPETSI

Negara Butuh Pajak untuk Capai Target SDGs, Simak Analisisnya