JAKARTA, DDTCNews – Debat online mengenai Tax Control Framework (TCF) yang digelar DDTCNews masih berlangsung hingga 4 Juni 2026. Pembaca masih berkesempatan menyampaikan pandangan sekaligus mengisi survei mengenai desain penerapan TCF di Indonesia.
Melalui debat tersebut, DDTCNews mengajak publik untuk terlibat dalam diskusi mengenai kesiapan Indonesia menerapkan TCF sebagai bagian dari pendekatan cooperative compliance yang tengah disiapkan Ditjen Pajak (DJP).
Dalam artikel debat berjudul Sudah Saatnya TCF Diterapkan, Setuju atau Tidak? Tulis Komentarmu, peserta diminta memberikan pendapat beserta alasan yang konstruktif terkait perlu atau tidaknya TCF segera diterapkan di Indonesia.
Tak hanya menyampaikan komentar, peserta debat juga diajak menjawab 15 pertanyaan survei yang berkaitan dengan desain implementasi TCF. Pertanyaan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari soal wajib pajak yang disasar hingga manfaat yang diharapkan.
Topik TCF belakangan ini memang makin banyak dibahas seiring dengan arah kebijakan DJP menuju cooperative compliance. Dalam skema tersebut, hubungan antara otoritas dan wajib pajak diarahkan menjadi lebih kolaboratif dengan menitikberatkan pada keterbukaan, pengelolaan risiko, dan pencegahan sengketa sejak dini.
Untuk membantu pembaca memahami konteks TCF secara lebih mendalam, DDTCNews juga telah menerbitkan sejumlah artikel dalam Laporan Fokus edisi Mei 2026 bertajuk Menyongsong Penerapan TCF, Ubah Pendekatan Konfrontasi ke Kolaborasi.
Selain menjadi ruang diskusi publik, debat online tersebut juga menyediakan apresiasi bagi peserta terpilih. Sebanyak 6 pembaca dengan komentar terbaik akan mendapatkan buku terbitan terbaru DDTC berjudul Konsistensi 21 Tahun Gagasan Pendiri DDTC untuk Pajak Indonesia.
DDTCNews mengingatkan bahwa penilaian dilakukan terhadap komentar yang masuk hingga Kamis, 4 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Debat ini terbuka bagi warga negara Indonesia dan tidak berlaku untuk karyawan DDTC.
Bagi yang tertarik untuk mengikuti dan memberikan pendapatnya, Anda bisa mengakses artikel ini. Adapun pengisian kolom debat berada di akhir tulisan artikel tersebut. (rig)
