SETIAP tahun, Hari Pajak menjadi momentum refleksi bagi Ditjen Pajak (DJP). Salah satu poin refleksi tahun ini adalah komitmen mereka dalam meningkatkan kepatuhan sukarela sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan.
Pada 2026, DJP mengusung tema Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh. Tema ini turut menjadi sebuah penegasan bahwa pajak bukan sekadar instrumen fiskal, melainkan fondasi pembangunan sekaligus penguat ketahanan ekonomi nasional.
Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti, momentum ini juga menjadi pengingat bagi otoritas untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas layanan kepada wajib pajak.
Salah satu langkah konkret yang mengiringi peringatan Hari Pajak 2026 adalah kick-off uji coba cooperative compliance mechanism (CCM) melalui penerapan tax control framework (TCF). Uji coba ini telah diluncurkan pada Senin (13/7/2026).
Bertepatan dengan momentum Hari Pajak 2026 ini, DDTCNews berkesempatan melakukan wawancara singkat dengan Inge. Inge menjelaskan tentang makna peringatan Hari Pajak pada tahun ini serta program CCM lewat TCF. Berikut petikannya:
Tema Hari Pajak 2026 adalah Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh.
Tema ini diusung sebagai upaya menegaskan bahwa peran pajak sebagai fondasi pembangunan dan penguat ketahanan ekonomi nasional.
Bagi insan DJP, tema ini menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik. Sementara bagi wajib pajak dan stakeholder, pesan utamanya adalah bahwa pajak merupakan bentuk gotong-royong untuk membiayai pembangunan dan mewujudkan Indonesia yang tangguh.
Hari Pajak merupakan momentum memperkuat komitmen DJP dalam menghimpun penerimaan negara secara adil, akuntabel, dan berintegritas.
Di tengah tantangan ekonomi global, DJP terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi penerimaan dan dukungan terhadap iklim usaha melalui peningkatan layanan, digitalisasi, edukasi, serta penguatan kepatuhan sukarela.
Betul. Hari Pajak kali ini menjadi momentum yang tepat untuk menandai transformasi administrasi perpajakan. Melalui cooperative compliance dan tax control framework, DJP membangun hubungan yang lebih kolaboratif, transparan, dan berbasis kepercayaan dengan wajib pajak.
Kick-off bersama Pertamina merupakan tahap awal untuk menguji efektivitas model tersebut pada wajib pajak BUMN dengan kompleksitas transaksi yang tinggi.
Selanjutnya, implementasi dilakukan bertahap melalui uji coba, evaluasi dan penyempurnaan, hingga perluasan kepada wajib pajak yang memenuhi kriteria. Pada akhirnya, akan menjadi bagian dari administrasi perpajakan modern. Pendekatan ini melengkapi pengawasan berbasis risiko dan tidak menggantikan penegakan hukum.
Tepat sekali. Saat ini, perluasan program akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing wajib pajak, terutama dalam menyusun TCF dan integrasi data perpajakan.
Untuk wajib pajak besar swasta, pengembangannya masih dalam tahap formulasi sebagai bagian dari Rencana Strategis (Renstra) DJP 2025–2029. CCM/TCF, sebuah mekanisme kepatuhan yang menekankan hubungan antara DJP dengan wajib pajak berdasarkan pada transparansi, kerja sama, dan kepercayaan, telah masuk dalam Renstra 2025-2029 yang dimuat dalam KEP-252/PJ/2025.
Kick-off CCM/TCF bersama BUMN bukan merupakan pengembangan langsung dari host-to-host maupun XBRL. Fokusnya adalah membangun tata kelola perpajakan yang baik melalui penerapan TCF.
Untuk pengembangan host-to-host sendiri sudah lebih dulu diterapkan pada layanan seperti e-faktur dan e-bupot unifikasi. Adapun integrasi data perpajakan, masih menyesuaikan penyempurnaan Coretax dan kesiapan sistem internal wajib pajak.
Betul. DJP akan terus meningkatkan kepatuhan melalui 5 strategi utama, yaitu memperkuat layanan digital, meningkatkan edukasi dan asistensi, mengembangkan pengawasan berbasis data dan risiko, memperluas penerapan cooperative compliance, serta menegakkan hukum secara adil dan konsisten.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya. Pajak adalah gotong royong membangun Indonesia. Kami mengajak seluruh wajib pajak untuk terus patuh secara jujur, benar, dan tepat waktu.
DJP berkomitmen menjadi mitra yang profesional, transparan, dan tepercaya agar bersama-sama kita dapat mewujudkan penerimaan negara yang berkelanjutan dan Indonesia yang makin tangguh.
