Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 22 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Rabu, 22 September 2021 | 12:28 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 22 September 2021 | 12:02 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kasus Covid-19 Meningkat, Sri Mulyani Khawatir Ganggu Pertumbuhan PDB

A+
A-
0
A+
A-
0
Kasus Covid-19 Meningkat, Sri Mulyani Khawatir Ganggu Pertumbuhan PDB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (14/6/2021).

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan menyebut kasus aktif Covid-19 yang kembali melonjak beberapa hari terakhir dapat menyebabkan proyeksi tertinggi pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 sebesar 8% tidak tercapai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja ekonomi pada awal kuartal II/2021 telah menunjukkan tren yang positif. Namun, momentum pertumbuhan ekonomi akan melemah jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Pada kuartal II, kami berharap akan terjadi pemulihan yang kuat, tetapi Covid yang terjadi sekarang pada minggu kedua Juni pasti akan pengaruhi proyeksi ini," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 sebesar 7,1—8,3%. Proyeksi pertumbuhan tersebut diambil berdasarkan faktor technical rebound akibat baseline yang rendah pada kuartal II/2020 dan faktor musiman ketika momen Lebaran.

Dengan lonjakan kasus aktif Covid-19 pada pekan kedua Juni 2021, ia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal ini berpeluang terpengaruh. Tekanan tersebut akan makin besar jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro kembali berlanjut.

"Kalau untuk menurunkan Covid kami harus melakukan pembatasan maka proyeksi ekonominya akan terkoreksi. Ini trade off yang akan terus kita hadapi pada bulan-bulan ini," ujarnya.

Baca Juga: Sistem Pajak Progresif Makin Tak Relevan, Begini Penjelasan DPD RI

Secara umum, Sri Mulyani menilai telah terjadi perbaikan pada sejumlah indikator makro ekonomi. Misal, dari sisi konsumsi, terlihat dari indeks keyakinan konsumen, indeks penjualan ritel, serta data penjualan mobil ritel.

Dari sisi produksi, ada Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada pada level 55,30, tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut menunjukkan pemulihan dari sektor industri manufaktur yang bahkan lebih baik dari sebelum pandemi Covid-19.

Menkeu memprediksi komponen pengeluaran dari konsumsi rumah tangga akan tumbuh 6,0—6,8%, sedangkan konsumsi pemerintah tumbuh 8,1—9,7%. Dari sisi investasi, tumbuh 9,4—11,1% dan kinerja ekspor dan impor masing-masing tumbuh 14,9—19,7% dan 13,0—19,7%.

Baca Juga: Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Sri Mulyani berharap tren pemulihan terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga target pertumbuhan 4,5—5,3% dapat tercapai. (rig)

Topik : menkeu sri mulyani, pertumbuhan PDB, pemulihan ekonomi, indikator ekonomi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 21 September 2021 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dinilai Diskriminatif, Usulan Insentif Pajak Ditentang Toyata & Honda

Selasa, 21 September 2021 | 16:00 WIB
IRLANDIA

Pengusaha Harap Irlandia Sepakati Proposal Pajak Minimum Global

Selasa, 21 September 2021 | 15:03 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

DPR Setujui 7 Calon Hakim Agung, Tidak Ada untuk TUN Khusus Pajak

Selasa, 21 September 2021 | 15:00 WIB
PENANGANAN DANA BLBI

Sri Mulyani Ungkap Respons Debitur BLBI Saat Ditagih Bayar Utang

berita pilihan

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Kawasan Daur Ulang Berikat?

Rabu, 22 September 2021 | 18:30 WIB
MAURITIUS

Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pengenaan PPN Jasa Keagenan Kapal Asing

Rabu, 22 September 2021 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Likuiditas Positif, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.198 Triliun

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sistem Pajak Progresif Makin Tak Relevan, Begini Penjelasan DPD RI

Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK

Penurunan Tarif Pajak Bunga Obligasi, Apakah Hanya untuk WPLN?

Rabu, 22 September 2021 | 17:30 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I

Sandera Wajib Pajak, Kanwil DJP Jajaki Kerja Sama dengan Kemenkumham

Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Perlunya Antisipasi Risiko Kenaikan Tarif PPN

Rabu, 22 September 2021 | 17:00 WIB
UNI EROPA

Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Rabu, 22 September 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DPR Sampaikan Beberapa Usulan Perihal Alternative Minimum Tax