Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Jokowi Dapat Kabar Gembira Soal Kinerja Penerimaan Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Jokowi Dapat Kabar Gembira Soal Kinerja Penerimaan Pajak

Presiden Joko Widodo. 

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja pendapatan negara sampai dengan Oktober 2021 yang makin positif, termasuk dari sisi penerimaan pajak.

Jokowi mengatakan telah menerima laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenai kinerja pendapatan negara. Menurutnya, pendapatan negara mampu tumbuh positif karena kasus Covid-19 makin terkendali dan mobilitas masyarakat berangsur pulih.

"Tadi pagi baru saja saya mendapatkan laporan dari Bu Menteri Keuangan. Capaian dari pajak sangat baik, bea dan cukai juga sangat baik, PNBP juga sudah lebih dari 100%. Ini baik semuanya," katanya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Aturan Turunan UU HPP, Dirjen Pajak Sebut 4 PP Baru Segera Dirilis

Jokowi menuturkan kondisi pandemi makin menunjukkan perbaikan seiring dengan meluasnya cakupan vaksinasi. Setelah melonjak akibat Covid-19 varian Delta pada Juli-Agustus 2021, kasus harian pada 23 November 2021 telah turun menjadi 394 orang.

Dengan penurunan kasus Covid-19, ia menyebut mobilitas masyarakat berangsur pulih sehingga berdampak pada pendapatan negara. Menurutnya, realisasi pendapatan negara hingga Oktober 2021 telah mencapai Rp1.510,0 triliun atau tumbuh 18,2% secara tahunan.

Namun, Jokowi juga mengingatkan ketidakpastian global saat ini masih tinggi sehingga berpotensi memengaruhi upaya pemulihan ekonomi dan pendapatan negara.

Baca Juga: Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

"Angka yang sangat besar sekali. Tapi sekali lagi, ketidakpastian itu selalu mengintip, hati-hati. Kita selalu optimistis, tetapi harus hati-hati," ujarnya.

Hingga Oktober 2021, pendapatan negara mencapai Rp1.510,0 triliun atau tumbuh 18,2%. Realisasi tersebut telah mencapai 86,6% dari target Rp1.743,6 triliun.

Penerimaan pajak sudah mencapai Rp953,6 triliun atau tumbuh 15,3%. Realisasi tersebut setara dengan 77,6% terhadap target Rp1.229,59 triliun.

Baca Juga: APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Realisasi penerimaan bea dan cukai mencapai Rp205,8 triliun atau 96% dari target Rp215,0 triliun. Untuk PNBP, realisasi penerimaannya sudah mencapai Rp349,2 triliun atau 117% dari target Rp298,2 triliun. (rig)

Topik : presiden jokowi, penerimaan pajak, menkeu sri mulyani, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 23 Mei 2022 | 10:00 WIB
KABUPATEN SRAGEN

Rayakan HUT ke-276, Pemutihan Denda PBB Kembali Diberikan

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Anti Pusing! Akses Kanal Rekap Aturan Perpajakan ID di Sini

Senin, 23 Mei 2022 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Integrasi NPWP dan NIK, DJP: Perkuat Penegakan Kepatuhan Perpajakan

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir