Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:30 WIB
TIPS KEPABEANAN
Senin, 28 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Reportase

Insentif Pajak dan Subsidi Jadi Kunci Sukses Program Kendaraan Listrik

A+
A-
1
A+
A-
1
Insentif Pajak dan Subsidi Jadi Kunci Sukses Program Kendaraan Listrik

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho.

JAKARTA, DDTCNews – Pelaku industri memandang kebijakan pemberian insentif dan subsidi oleh pemerintah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengatakan insentif atau subsidi diperlukan untuk membuat kendaraan listrik makin terjangkau. Insentif juga perlu diberikan untuk industri yang memproduksi kendaraan listrik dan komponennya, terutama baterai.

"Beberapa negara yang menjadi kunci utama untuk kesuksesan, seperti di China, bahwa aspek insentif atau subsidi mendorong industri EV [electric vehicle] sejak awal sehingga mereka beralih secara alami," katanya, dikutip pada Minggu (25/9/2022).

Baca Juga: Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Toto menuturkan China bersama dengan sejumlah negara lain telah memberikan berbagai insentif atau subsidi terhadap pembelian kendaraan listrik. Subsidi tersebut dibayarkan setelah pembelian atau dipotong dari harga eceran.

China memberikan subsidi pembelian kendaraan listrik senilai US$1.645 atau sekitar Rp24,7 juta, sedangkan Jerman €6.000 atau Rp90 juta.

Sementara itu, India memberikan insentif pembelian baterai kendaraan listrik senilai US$250/kWh. Insentif ini diberikan karena baterai pada kendaraan listrik biasanya berkontribusi sekitar 30%-35% dari harga jual per unit.

Baca Juga: Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Kemudian, Norwegia memberikan tarif pajak pertambahan nilai 0% atas pembelian kendaraan listrik. Di Amerika Serikat, pemerintahnya memberikan pengurangan pajak penghasilan orang pribadi yang memiliki kendaraan listrik senilai maksimum US$7.500.

Beberapa negara juga memberikan insentif kepada produsen kendaraan listrik. Di India, produsen kendaraan listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tertentu akan mendapat subsidi langsung terhadap unit yang diproduksi senilai US$200 per unit.

Di Taiwan dan Uni Eropa, insentif diberikan kepada penyedia stasiun penukaran atau pengisian daya baterai kendaraan listrik berupa subsidi biaya instalasi. Taiwan memberikan subsidi US$10.000 per stasiun dan Uni Eropa memberikan €300-€15.000 per stasiun.

Baca Juga: Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Toto menilai Indonesia juga perlu memberikan insentif atau subsidi agar ekosistem kendaraan listrik segera terbentuk. Menurutnya, anggaran untuk subsidi kendaraan listrik dapat berasal dari pengalihan sebagian subsidi BBM.

"Beberapa dari aspek subsidi energi yang dahulu dilakukan ini bisa dialihkan untuk subsidi terhadap baterai sehingga konsumen atau masyarakat dapat mengadopsi baterai EV secara lebih cepat," ujarnya.

Di Indonesia, pemerintah menawarkan insentif PPnBM pada kendaraan listrik. Melalui PP 74/2021, kendaraan bermotor dengan teknologi battery electric vehicles dan fuel cell electric vehicles akan dikenakan PPnBM 15% dengan dasar pengenaan pajak (DPP) 0% dari harga jual. (rig)

Baca Juga: Belum Setor PPh Final UMKM, Toko Kelontong Didatangi Petugas Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : industri baterai, kendaraan listrik, insentif pajak, subsidi, kebijakan pajak, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 03 Desember 2022 | 13:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengajuan Penelitian Formal Melalui e-PHTB, DJP: Waktunya Lebih Cepat

Sabtu, 03 Desember 2022 | 11:30 WIB
KABUPATEN BANGKALAN

Realisasi PBB Baru 26%, Pemkab Bangkalan Minta Bantuan Kejaksaan

Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:

'Pajak Harus Disokong Berbagai Pihak'

berita pilihan

Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB
HUNGARIA

Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Minggu, 04 Desember 2022 | 14:00 WIB
BEA METERAI

Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Minggu, 04 Desember 2022 | 13:00 WIB
PERATURAN PAJAK

Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Minggu, 04 Desember 2022 | 12:00 WIB
KP2KP BENTENG

Belum Setor PPh Final UMKM, Toko Kelontong Didatangi Petugas Pajak

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Beberkan Kriteria Wajib Pajak yang Dibebaskan dari PPh Final PHTB

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Penghasilan yang Masuk dalam Pencatatan WP Orang Pribadi

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Utang Pemerintah Capai Rp7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:00 WIB
KP2KP PINRANG

Bisnis Minuman Membludak, Petugas Pajak Sambangi Pabrik Es

Minggu, 04 Desember 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Banyak Daerah Tak Punya RDTR, Perizinan Jadi Terkendala