Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini yang Dikerjakan Dirjen Pajak Jelang Akhir Tahun

A+
A-
7
A+
A-
7
Dirjen Pajak Suryo Utomo.

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja penerimaan pajak hingga akhir Oktober hanya tumbuh 0,23%. Ditjen Pajak (DJP) masih menaruh optimisme di tengah semakin besarnya risiko shortfall – selisih kurang antara realisasi dan target – penerimaan tahun ini.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan bila dilihat berdasarkan sektor usaha, masih ada sejumlah sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor jasa keuangan dan asuransi serta transportasi dan pergudangan diharapkan mampu terus tumbuh dalam dua bulan terakhir.

“Untuk turning point penerimaan posisi per Oktober itu ada jasa keuangan dan transportasi pergudangan yang kita harap bisa [menambah penerimaan],” katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Pegawai Ditjen Pajak Sumbang Medali Perunggu di Sea Games 2019

Suryo menegaskan hingga saat ini otoritas masih mengacu pada laporan semester untuk proyeksi shortfall penerimaan pajak. Menurutnya, kinerja penerimaan akan dipantau betul dalam dua bulan terakhir.

Sektor usaha yang belum disentuh oleh otoritas juga akan dikejar untuk menambah penerimaan pajak, salah satunya sektor ekonomi digital. Oleh karena itu, Suryo mengaku masih optimistis akan adanya lonjakan setoran pajak dengan berbagai langkah tersebut.

“Untuk shortfall kita tangani dengan seksama dan harapan besar kita adanya turning point yang banyak dilakukan untuk sektor usaha yang belum terjamah. Itu akan dilakukan secara optimal dan nanti ketemunya berapa [shortfall] di akhir Desember akan terlihat,” paparnya.

Baca Juga: Pakar: Perlakuan Pajak Khusus Justru Berisiko Munculkan Diskriminasi

Seperti diketahui, Hingga akhir Oktober 2019, realisasi penerimaan pajak hanya tumbuh 0,23%. Realisasi ini tercatat melambat signifikan bila dibandingkan capaian pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 17,56%.

Jika melihat kinerja dibandingkan dengan target, realisasi per akhir bulan lalu senilai Rp1.018,47 triliun hanya mencapai 64,56% dari target Rp1.577,56 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak mencapai 71,4% dari target.

Sebelumnya, dalam laporan semester, Kementerian Keuangan memproyeksi penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai 91% atau senilai Rp1.437,5 triliun. Dengan demikian, otoritas memproyeksi shortfall – selisih kurang realisasi dan target – penerimaan pajak tahun ini senilai Rp140 triliun.

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

DDTC Fiscal Research dalam Working Paper terbaru bertajuk ‘Metode dan Teknik Proyeksi Penerimaan Pajak: Panduan dan Aplikasi’ memproyeksi bahwa dalam kondisi normal penerimaan pajak bisa mencapai 86,3% (pesimis) hingga 88,6% (optimis) dari target. Unduh Working Paper tersebut di sini.

Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak diproyeksi akan berada di rentang Rp1.361 triliun hingga Rp1.398 triliun. Hal ini berarti shortfall penerimaan pajak bisa mencapai Rp179 triliun hingga Rp216 triliun, lebih besar dari outlook pemerintah Rp140 triliun.

Namun, mengingat kondisi 2019 jauh dari kata normal maka risiko shortfall yang semakin melebar sulit untuk dihindari. Efek perlambatan ekonomi global ke domestik menjadi penyebab utamanya.

Baca Juga: Pemerintah Revisi Beleid Pusat Pengolahan Data & Dokumen Perpajakan

Selain berisiko semakin menekan penerimaan pajak dari sisi impor, ada risiko dari sisi penerimaan pajak korporasi. Apalagi, data produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III menunjukkan adanya perlambatan yang signifikan dari sisi investasi.

Dalam kondisi tersebut, DDTC Fiscal Research memproyeksi penerimaan pajak hanya akan mencapai 83,6% atau sekitar Rp1.318 triliun. Dengan demikian, shortfall berisiko makin dalam hingga mencapai Rp259 triliun. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tidak Seluruh Eselon III & IV Dihapus, Mengapa?

“Untuk turning point penerimaan posisi per Oktober itu ada jasa keuangan dan transportasi pergudangan yang kita harap bisa [menambah penerimaan],” katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Pegawai Ditjen Pajak Sumbang Medali Perunggu di Sea Games 2019

Suryo menegaskan hingga saat ini otoritas masih mengacu pada laporan semester untuk proyeksi shortfall penerimaan pajak. Menurutnya, kinerja penerimaan akan dipantau betul dalam dua bulan terakhir.

Sektor usaha yang belum disentuh oleh otoritas juga akan dikejar untuk menambah penerimaan pajak, salah satunya sektor ekonomi digital. Oleh karena itu, Suryo mengaku masih optimistis akan adanya lonjakan setoran pajak dengan berbagai langkah tersebut.

“Untuk shortfall kita tangani dengan seksama dan harapan besar kita adanya turning point yang banyak dilakukan untuk sektor usaha yang belum terjamah. Itu akan dilakukan secara optimal dan nanti ketemunya berapa [shortfall] di akhir Desember akan terlihat,” paparnya.

Baca Juga: Pakar: Perlakuan Pajak Khusus Justru Berisiko Munculkan Diskriminasi

Seperti diketahui, Hingga akhir Oktober 2019, realisasi penerimaan pajak hanya tumbuh 0,23%. Realisasi ini tercatat melambat signifikan bila dibandingkan capaian pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 17,56%.

Jika melihat kinerja dibandingkan dengan target, realisasi per akhir bulan lalu senilai Rp1.018,47 triliun hanya mencapai 64,56% dari target Rp1.577,56 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak mencapai 71,4% dari target.

Sebelumnya, dalam laporan semester, Kementerian Keuangan memproyeksi penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai 91% atau senilai Rp1.437,5 triliun. Dengan demikian, otoritas memproyeksi shortfall – selisih kurang realisasi dan target – penerimaan pajak tahun ini senilai Rp140 triliun.

Baca Juga: Masih Ada Oknum yang Korupsi di Ditjen Pajak, Sri Mulyani Jengkel

DDTC Fiscal Research dalam Working Paper terbaru bertajuk ‘Metode dan Teknik Proyeksi Penerimaan Pajak: Panduan dan Aplikasi’ memproyeksi bahwa dalam kondisi normal penerimaan pajak bisa mencapai 86,3% (pesimis) hingga 88,6% (optimis) dari target. Unduh Working Paper tersebut di sini.

Dengan demikian, realisasi penerimaan pajak diproyeksi akan berada di rentang Rp1.361 triliun hingga Rp1.398 triliun. Hal ini berarti shortfall penerimaan pajak bisa mencapai Rp179 triliun hingga Rp216 triliun, lebih besar dari outlook pemerintah Rp140 triliun.

Namun, mengingat kondisi 2019 jauh dari kata normal maka risiko shortfall yang semakin melebar sulit untuk dihindari. Efek perlambatan ekonomi global ke domestik menjadi penyebab utamanya.

Baca Juga: Pemerintah Revisi Beleid Pusat Pengolahan Data & Dokumen Perpajakan

Selain berisiko semakin menekan penerimaan pajak dari sisi impor, ada risiko dari sisi penerimaan pajak korporasi. Apalagi, data produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III menunjukkan adanya perlambatan yang signifikan dari sisi investasi.

Dalam kondisi tersebut, DDTC Fiscal Research memproyeksi penerimaan pajak hanya akan mencapai 83,6% atau sekitar Rp1.318 triliun. Dengan demikian, shortfall berisiko makin dalam hingga mencapai Rp259 triliun. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tidak Seluruh Eselon III & IV Dihapus, Mengapa?
Topik : penerimaan pajak, shortfall, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 20 November 2019 | 17:45 WIB
INVESTASI
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA