Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Zimbabwe Kuartal I/2019

A+
A-
0
A+
A-
0

Ilustrasi. (foto: Bulawayo24)

HARARE, DDTCNews – Otoritas pajak Zimbabwe (Zimbabwe Revenue Authority/Zimra) berhasil melampaui target penerimaan pajak kuartalan. Pada kuartal I/2019, penerimaan mencapai US$2 miliar atau 141,5% dari target kuartalan yang ditetapkan sebesar US$1,45 miliar.

Ketua Zimra Callisto Jokonya mengatakan realisasi tersebut melampaui target baik secara bruto maupun bersih. Realisasi pajak bruto tercapai 141,5% dari target, sedangkan pendapatan bersih US$1,94 miliar atau 133,62% dari target Rp1,45 miliar setelah dikurangi restitusi US$144,98 juta.

“Kinerja positif ini berkat kontribusi signifikan dari intermediated money transfer tax (IMTT), pajak penghasilan (PPh) perusahaan, serta bea dan cukai,” katanya seperti dikutip pada Jumat (26/4/2019).

Baca Juga: Tarif Cukai Mentok, Pemerintah Bakal Otak-Atik HJE Likuid Vape

Dia menjelaskan realisasi pajak bruto kuartal I tumbuh 85,13% dari periode sama tahun sebelumnya yang terkumpul hanya US$1,11 miliar. Sementara, realisasi pajak bersih tumbuh 83,82% dari periode sama tahun sebelumnya sekitar US$1,05 miliar.

“Capaian ini ditopang oleh langkah-langkah peningkatan pendapatan otoritas dan strategi yang bertujuan mempromosikan kepatuhan sukarela,” paparnya.

Lebih rinci, realisasi PPh Orang Pribadi terkumpul US$235,91 juta atau 100,29% terhadap target US$235,21 juta. Tingginya penerimaan sektor pajak ini dikarenakan pemerintah melakukan penyesuaian gaji dan beberapa tunjangan bagi karyawan. PPh Badan terkumpul sebanyak US$242,08 juta atau 140,74% terhadap target US$172 juta.

Baca Juga: PPh Migas Terkontraksi, Pajak Nonmigas Hanya Tumbuh 0,8%

Realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) kotor atas penjualan lokal tercapai US$336,7 juta atau 126,72% dari target US$265,69 juta. Realisasi ini tembus 109,28% dari target yang ditetapkan pada kuartal I/2019 US$308,1 juta.

Setelah menghitung restitusi PPN US$114,35 juta, realisasi PPN bersih menjadi US$222,35 juta atau 76,17% dari target. Namun, menurutnya realisasi PPN bersih kuartal pertama tahun ini masih tumbuh 5,15% dari tahun sebelumnya yang sekitar US$211,45 juta. PPN impor tercapai US$127,27 juta atau 108,23% dari target yang ditetapkan US$117,6 juta;

Bea masuk terkumpul US$91,52 miliar atau hanya 82,61 dari target US$110,78 juta. Realisasi cukai terkumpul US$565,65 juta atau 233,55% dari target US$242,19 juta, meningkat 242,44% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya US$233,32 juta. Realisasi IMTT sebanyak US$282,84 juta atau 188,56% dari target US$150 juta.

Baca Juga: Wah, 1% Orang Berpenghasilan Tinggi Sumbang Sepertiga Penerimaan Pajak

Seperti dilansir herald.co.zw, Jokonya berharap dampak tingginya realisasi pajak pada kuartal I/2019 diharapkan bisa tetap terjadi pada kuartal selanjutnya. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong penerimaan pajak meski harus menghadapi kebijakan fiskal dan moneter.

“Kinerja positif ini berkat kontribusi signifikan dari intermediated money transfer tax (IMTT), pajak penghasilan (PPh) perusahaan, serta bea dan cukai,” katanya seperti dikutip pada Jumat (26/4/2019).

Baca Juga: Tarif Cukai Mentok, Pemerintah Bakal Otak-Atik HJE Likuid Vape

Dia menjelaskan realisasi pajak bruto kuartal I tumbuh 85,13% dari periode sama tahun sebelumnya yang terkumpul hanya US$1,11 miliar. Sementara, realisasi pajak bersih tumbuh 83,82% dari periode sama tahun sebelumnya sekitar US$1,05 miliar.

“Capaian ini ditopang oleh langkah-langkah peningkatan pendapatan otoritas dan strategi yang bertujuan mempromosikan kepatuhan sukarela,” paparnya.

Lebih rinci, realisasi PPh Orang Pribadi terkumpul US$235,91 juta atau 100,29% terhadap target US$235,21 juta. Tingginya penerimaan sektor pajak ini dikarenakan pemerintah melakukan penyesuaian gaji dan beberapa tunjangan bagi karyawan. PPh Badan terkumpul sebanyak US$242,08 juta atau 140,74% terhadap target US$172 juta.

Baca Juga: PPh Migas Terkontraksi, Pajak Nonmigas Hanya Tumbuh 0,8%

Realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) kotor atas penjualan lokal tercapai US$336,7 juta atau 126,72% dari target US$265,69 juta. Realisasi ini tembus 109,28% dari target yang ditetapkan pada kuartal I/2019 US$308,1 juta.

Setelah menghitung restitusi PPN US$114,35 juta, realisasi PPN bersih menjadi US$222,35 juta atau 76,17% dari target. Namun, menurutnya realisasi PPN bersih kuartal pertama tahun ini masih tumbuh 5,15% dari tahun sebelumnya yang sekitar US$211,45 juta. PPN impor tercapai US$127,27 juta atau 108,23% dari target yang ditetapkan US$117,6 juta;

Bea masuk terkumpul US$91,52 miliar atau hanya 82,61 dari target US$110,78 juta. Realisasi cukai terkumpul US$565,65 juta atau 233,55% dari target US$242,19 juta, meningkat 242,44% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya US$233,32 juta. Realisasi IMTT sebanyak US$282,84 juta atau 188,56% dari target US$150 juta.

Baca Juga: Wah, 1% Orang Berpenghasilan Tinggi Sumbang Sepertiga Penerimaan Pajak

Seperti dilansir herald.co.zw, Jokonya berharap dampak tingginya realisasi pajak pada kuartal I/2019 diharapkan bisa tetap terjadi pada kuartal selanjutnya. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong penerimaan pajak meski harus menghadapi kebijakan fiskal dan moneter.

Topik : Zimbabwe, PPN, PPh, bea cukai, Zimra
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA