Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Hingga 8 Mei, DJBC Bebaskan Cukai Etil Alkohol Senilai Rp1,37 triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Hingga 8 Mei, DJBC Bebaskan Cukai Etil Alkohol Senilai Rp1,37 triliun

Gedung Ditjen Bea Cukai. 

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mengklaim telah membebaskan cukai alkohol etil alkohol senilai Rp1,37 triliun hingga 8 Mei 2020 di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi DJBC Deni Surjantoro mengatakan cukai etil alkohol dibebaskan untuk mengantisipasi kenaikan harga seperti hand sanitizer, surface sanitizer, dan antiseptic seiring dengan melonjaknya permintaan.

“Pembebasan cukai etil alkohol ini diberikan pada pemerintah pusat dan daerah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan badan usaha. Kebijakan relaksasi cukai etil alkohol itu berlaku sejak 17 Maret 2020,” katanya kepada DDTCNews, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Operasi Laut, DJBC Sita Ratusan Kilogram Sabu-Sabu Hingga Rokok Ilegal

Hingga 8 Mei 2020, DJBC telah membebaskan cukai 68,5 juta liter etil alkohol. Pembebasan itu diberikan kepada 108 badan usaha, 31 instansi pemerintah, serta 25 organisasi nonpemerintah seperti yayasan atau perguruan tinggi.

Menurut Deni, mayoritas pembebasan cukai tersebut diberikan kepada badan usaha. Hal ini juga dikarenakan pembuatan produk seperti hand sanitizer, surface sanitizer, dan antiseptik memerlukan keahlian dan teknologi khusus.

“Permohonan dari badan usaha memang yang paling besar karena menyangkut teknologinya. Mereka sudah terbiasa membuat hand sanitizer. Selain itu, ini juga untuk menjaga suplai di masyarakat agar terjamin, tidak ada kelangkaan lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Pegawai WFH Perlu Dapat Insentif Pajak, Ini Usulan Senat

Deni menyebut efek kebijakan pembebasan cukai etil alkohol juga mulai terasa. Menurutnya, saat ini produk-produk seperti hand sanitizer sudah kembali mudah ditemui di toko-toko ritel dengan harga normal.

Sebelumnya, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menerbitkan Surat Edaran nomor SE-04/BC/2020 yang membebaskan cukai etil alkohol untuk bahan baku atau bahan penolong hand sanitizer, surface sanitizer, dan antiseptik.

Pengusaha pabrik atau tempat penyimpanan etil alkohol dapat mengajukan permohonan pembebasan cukai berdasarkan pemesanan dari instansi pemerintah dan organisasi nonpemerintah yang terkait dengan pencegahan penyebaran Corona. (rig)

Baca Juga: Bank Sentral Minta Pemerintah Setop Buat Insentif Pajak Baru
Topik : cukai etil alkohol, insentif fiskal, pembebasan cukai, djbc, bea cukai, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:10 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 06:01 WIB
SE-38/PJ/2020
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 11 Juli 2020 | 13:01 WIB
KARTUNIS LALO ALCARAZ:
Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:01 WIB
PROVINSI SULAWESI BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN