Review
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

A+
A-
1
A+
A-
1
Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Upaya untuk meningkatkan investasi masih menjadi tantangan bagi pemangku kepentingan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut dinilai tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan fiskal.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam melakukan terobosan kebijakan untuk menggenjot investasi setidaknya dibutuhkan tiga aspek, yaitu kebijakan fiskal, kebijakan kuasi-fiskal, dan kebijakan nonfiskal.

“Optimalisasi dalam menarik investasi seharusnya ini tandem antara fiskal, kuasi-fiskal, dan non fiskal,” katanya dalam diskusi bertajuk 'Menuju 5 Besar Dunia: Jejak Langkah Tim Ekonomi Kabinet 2014-2019', Kamis (12/9/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Presiden Harap Opini WTP Bisa Dipertahankan

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan dari arena kebijakan fiskal, terdapat tiga agenda yang harus dilakukan oleh otoritas. Pertama, membuat belanja terarah dan efisien dalam mendukung investasi.

Kedua, memberikan insentif perpajakan, baik yang bersifat umum maupun sektoral. Ketiga, mengarahkan penggunaan belanja transfer ke daerah dan dana desa untuk mendukung iklim investasi.

Sementara, kebijakan kuasi-fiskal banyak berkutat pada alokasi anggaran negara yang dipisahkan. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan peran BUMN dan BLU sebagai fasilitator investor asing masuk ke dalam negeri.

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Sri Mulyani Sempat Tanya Target Penerimaan Pajak

“Kuasi-fiskal juga dilakukan dengan membantu pemda dalam mengembangkan potensi sektor stategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.

Selanjutnya, kebijakan nonfiskal juga turut andil dalam menggenjot investasi asing. Faktor ini kerap menjadi momok bagi investor untuk masuk ke pasar domestik. Oleh karena itu, sambungnya, efisiensi kebijakan melalui deregulasi dengan mempermudah prosedur investasi sangat dibutuhkan.

“Selain itu penting juga melakukan pendalaman pasar keuangan,” imbuh Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Silaturahmi Virtual, Ini Pesan Sri Mulyani kepada Pegawai Kemenkeu
Topik : investasi, kebijakan fiskal, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 11 Mei 2020 | 09:44 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 08 Mei 2020 | 19:28 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Jum'at, 08 Mei 2020 | 19:05 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 07 Mei 2020 | 15:33 WIB
PENANAMAN MODAL
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 19:30 WIB
AUDIT BPK
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:53 WIB
AUDIT
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:06 WIB
CUKAI EMISI KARBON
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:17 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:11 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:41 WIB
KOTA SUKABUMI
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:27 WIB
KABUPATEN BULUNGAN
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:14 WIB
FILIPINA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:01 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:00 WIB
KONSULTASI