Review
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Jum'at, 09 Desember 2022 | 14:30 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 07 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 07 DESEMBER - 13 DESEMBER 2022
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Komunitas
Jum'at, 09 Desember 2022 | 15:52 WIB
WAKIL KETUA II PERTAPSI HERU TJARAKA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 19:45 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 16:10 WIB
BENDAHARA II PERTAPSI AMELIA SANDRA:
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:00 WIB
UMN AL-WASHLIYAH MEDAN
Reportase
Perpajakan ID
Jum'at, 09 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 08 Desember 2022 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:00 WIB
PERPAJAKAN ID
Senin, 05 Desember 2022 | 10:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Ekosistem Logistik Nasional Dilanjutkan, Begini Rencana Pemerintah

A+
A-
0
A+
A-
0
Ekosistem Logistik Nasional Dilanjutkan, Begini Rencana Pemerintah

Suasana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/8/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah akan melanjutkan rencana pengembangan ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) pada 2023.

Dokumen Buku II Nota Keuangan RAPBN 2023 menyebut pengembangan NLE diperlukan untuk mendorong efisiensi waktu dan biaya logistik nasional. Pelaksanaan penataan NLE dilakukan secara bertahap sejak 2020 hingga 2024.

"Kebijakan kepabeanan yang akan dioptimalkan antara lain pengembangan ekosistem logistik nasional (NLE) dalam rangka mendorong efisiensi waktu dan biaya logistik nasional," bunyi Buku II Nota Keuangan 2023, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Baca Juga: Nilai Pabean Dianggap Kemahalan, Importir Bisa Pembetulan SPPBMCP

Dokumen itu menjelaskan saat ini NLE telah mulai diterapkan di 10 pelabuhan nasional. Kesepuluh pelabuhan tersebut yakni Belawan, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Tanjung Priok, Batam, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Kendari, dan Merak. Perkembangan NLE saat ini dapat dijabarkan dalam 4 pilar.

Pada Pilar 1: Simplifikasi Proses Bisnis (Probis) Pemerintah, terdiri atas Single Submission Kepabeanan-Karantina (SSm-QC), Single Submission pengangkut, dan Single Submission Perizinan. Kemudian pada Pilar 2: kolaborasi platform logistik, perkembangannya yang signifikan ditandai dengan pelaksanaan delivery order (DO) dan persetujuan pengeluaran peti kemas (SP2), serta trucking terus mengalami tren peningkatan.

Mengenai Pilar 3: Kemudahan Pembayaran dan Fasilitasi Pembiayaan, telah dilakukan kerja sama dengan perbankan BUMN dan swasta.

Baca Juga: Beli iPhone Ex Inter Tapi Belum Ada IMEI, Begini Imbauan Bea Cukai

"Sementara itu, fasilitas financing layanan logistik masih dalam proses penyempurnaan," bunyi dokumen tersebut.

Adapun pada Pilar 4: Tata Ruang dan Infrastruktur, telah dilakukan tarif tunggal jasa pelabuhan Tanjung Priok serta peningkatan kerja sama pemangku kepentingan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Dokumen Buku II Nota Keuangan RAPBN 2023 juga menampilkan tabel mengenai perkembangan NLE pada tahun depan. Misalnya untuk penebusan DO dan SP2, dari yang sebelumnya manual dengan jam pelayanan terbatas, akan diubah menjadi online dengan durasi pelayanan 7x24.

Baca Juga: Keberatan di Bidang Bea Cukai Beralih ke Elektronik, Sistem Disiapkan

Sementara untuk pemesanan truk yang sebelumnya dilakukan secara manual, bakal diubah menjadi pemesanan online berbasis web untuk menciptakan transparansi. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Ekosistem Logistik Nasional, NLE, kepabeanan, RAPBN 2023

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 17 November 2022 | 13:00 WIB
PMK 149/2022

DJBC Atur Pemberian Insentif KITE Pembebasan, Status PKP Divalidasi

Rabu, 16 November 2022 | 15:30 WIB
PENGAWASAN KEPABEANAN DAN CUKAI

Makin Keren! DJBC Tambah 2 Kapal Patroli Laut Baru

Rabu, 16 November 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Barang Serupa dalam Penghitungan Nilai Pabean untuk Bea Masuk?

Rabu, 16 November 2022 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Ramai Mobil Antipeluru Joe Biden, DJBC Ungkap Fasilitas Kepabeanannya

berita pilihan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sederet BUMN yang Dapat Tambahan Modal dari Negara pada Akhir Tahun

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:09 WIB
PMK 209/2021

DJP Ungkap Alasan Pencabutan Status 'Wajib Pajak Kriteria Tertentu'

Jum'at, 09 Desember 2022 | 18:00 WIB
PMK 177/2022

Wajib Pajak Berhak Minta Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Bukper

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:37 WIB
ANALISIS PPATK

Hasil Analisis Pencucian Uang, PPATK: Ada Potensi Pajak Rp3,2 Triliun

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:30 WIB
PMK 177/2022

WP Ungkap Ketidakbenaran Perbuatan secara Elektronik, Ini Kata DJP

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:15 WIB
AMERIKA SERIKAT

Waduh! Perusahaan Milik Trump Terbukti Bersalah karena Kasus Pajak

Jum'at, 09 Desember 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA KISARAN

Ajukan Pencabutan Status PKP, Lokasi Usaha WP Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:39 WIB
ADA APA DENGAN PAJAK?

Target Penerimaan Pajak 2023 Naik, Simak Strategi DJP Lewat Video Ini

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:30 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR

Catat! Insentif Pembebasan Pajak Mikrolet dan Ojol Rampung Pekan Depan

Jum'at, 09 Desember 2022 | 16:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tarif PPh Pasal 21 Final atas Uang Pesangon