Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

Dirjen Bea Cukai Optimistis Target Penerimaan 2019 Terpenuhi

A+
A-
1
A+
A-
1
Dirjen Bea Cukai Optimistis Target Penerimaan 2019 Terpenuhi
Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi. 

LABUAN BAJO, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) optimistis target penerimaan tahun ini akan kembali tercapai. Setoran cukai, terutama dari produk turunan tembaku, diprediksi melonjak bulan depan.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan secara musiman setoran pada cukai pada penghujung tahun akan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Hal ini selalu terjadi meskipun tidak ada kebijakan penyesuaian tarif CHT.

“Secara historis, penerimaan cukai dari rokok selama ini pasti berbeda [ada kenaikan] di Desember,” katanya dalam Press Tour APBN 2020, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: DJBC Sita Jutaan Rokok Ilegal di Tengah Pandemi Corona

Heru menuturkan pada periode Desember, setoran cukai terutama dari hasil tembakau naik berkisar dua hingga tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, dia meyakini target penerimaan dapat dipenuhi karena cukai merupakan kontributor utama setoran dari DJBC.

Tren kenaikan tersebut, sambung Heru, belum memperhitungkan forestalling effect dari penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun fiskal 2020. Dengan demikian, realisasi penerimaan berpotensi lebih tinggi lagi.

Dengan adanya penyesuaian tarif CHT, pengusaha akan memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli pita cukai dengan tarif yang berlaku saat ini. Namun, menurutnya, aksi borong pita cukai akan dilakukan hati-hati oleh pengusaha.

Baca Juga: Syarat Penyerahan Surat Keterangan Asal Barang Impor Dilonggarkan

“Biasanya pengusaha akan memanfaatkan momentum kenaikan tarif untuk pesan pita cukai lebih banyak dari normalnya. Angkanya masih kami pantau dan akan di-update akhir November. Saat ini kan masih awal dan risikonya masih belum [terlihat]," imbuhnya.

Seperti diketahui, hingga 12 November 2019 realisasi penerimaan DJBC mencapai Rp165,4 triliun. Capaian tersebut memenuhi 79,2% dari target dalam APBN tahun ini senilai Rp208,8 triliun.

Total setoran bea cukai tersebut ditopang oleh setoran cukai yang mencapai Rp131,06 triliun atau memenuhi 79,19% dari target APBN yang senilai Rp165,5 triliun. Dari jumlah tersebut, setoran CHT menjadi penyumbang tertinggi yang mencapai Rp125 triliun atau 78,7% dari target yang ditetapkan sebesar Rp158,8 triliun.

Baca Juga: Sederet Relaksasi Ketentuan Barang Kena Cukai dari DJBC

Sementara penerimaan cukai dari etil alkohol (EA) sebesar Rp106 miliar. Realisasi penerimaan tersebut memenuhi 67,3% dari target Rp158 miliar. Kemudian, setoran cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) senilai Rp5,8 triliun atau 97,8% dari target APBN yang senilai Rp5,9 triliun. (kaw)

“Secara historis, penerimaan cukai dari rokok selama ini pasti berbeda [ada kenaikan] di Desember,” katanya dalam Press Tour APBN 2020, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: DJBC Sita Jutaan Rokok Ilegal di Tengah Pandemi Corona

Heru menuturkan pada periode Desember, setoran cukai terutama dari hasil tembakau naik berkisar dua hingga tiga kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, dia meyakini target penerimaan dapat dipenuhi karena cukai merupakan kontributor utama setoran dari DJBC.

Tren kenaikan tersebut, sambung Heru, belum memperhitungkan forestalling effect dari penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun fiskal 2020. Dengan demikian, realisasi penerimaan berpotensi lebih tinggi lagi.

Dengan adanya penyesuaian tarif CHT, pengusaha akan memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli pita cukai dengan tarif yang berlaku saat ini. Namun, menurutnya, aksi borong pita cukai akan dilakukan hati-hati oleh pengusaha.

Baca Juga: Syarat Penyerahan Surat Keterangan Asal Barang Impor Dilonggarkan

“Biasanya pengusaha akan memanfaatkan momentum kenaikan tarif untuk pesan pita cukai lebih banyak dari normalnya. Angkanya masih kami pantau dan akan di-update akhir November. Saat ini kan masih awal dan risikonya masih belum [terlihat]," imbuhnya.

Seperti diketahui, hingga 12 November 2019 realisasi penerimaan DJBC mencapai Rp165,4 triliun. Capaian tersebut memenuhi 79,2% dari target dalam APBN tahun ini senilai Rp208,8 triliun.

Total setoran bea cukai tersebut ditopang oleh setoran cukai yang mencapai Rp131,06 triliun atau memenuhi 79,19% dari target APBN yang senilai Rp165,5 triliun. Dari jumlah tersebut, setoran CHT menjadi penyumbang tertinggi yang mencapai Rp125 triliun atau 78,7% dari target yang ditetapkan sebesar Rp158,8 triliun.

Baca Juga: Sederet Relaksasi Ketentuan Barang Kena Cukai dari DJBC

Sementara penerimaan cukai dari etil alkohol (EA) sebesar Rp106 miliar. Realisasi penerimaan tersebut memenuhi 67,3% dari target Rp158 miliar. Kemudian, setoran cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) senilai Rp5,8 triliun atau 97,8% dari target APBN yang senilai Rp5,9 triliun. (kaw)

Topik : cukai, cukai hasil tembakau, cukai rokok, DJBC, forestalling
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000

Rofiah

Kamis, 14 November 2019 | 15:02 WIB
semoga dana yang diterima dari hasil cukai rokok bisa dinikmati masyarakat secara adil. khususnya untuk menanggung risiko yang diterima para perokok pasif yang telah menghirup asap rokok dimana-mana, disebabkan bertambahnya para perokok aktif. #MariBicara

Rofiah

Kamis, 14 November 2019 | 15:00 WIB
semoga dana yang diterima dari hasil cukai rokok bisa dinikmati masyarakat secara adil. khususnya untuk menanggung risiko yang diterima para perokok pasif yang telah menghirup asap rokok dimana-mana, disebabkan bertambahnya para perokok aktif.
1
artikel terkait
Kamis, 30 Januari 2020 | 19:11 WIB
BARANG KENA CUKAI
Selasa, 11 Februari 2020 | 14:15 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 31 Januari 2020 | 15:01 WIB
AUSTRALIA
Kamis, 23 Januari 2020 | 16:34 WIB
FILIPINA
berita pilihan
Senin, 06 April 2020 | 07:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 April 2020 | 07:00 WIB
SAMBUTAN KETUM KADIN
Minggu, 05 April 2020 | 14:03 WIB
KAMUS DEFINISI PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 09:00 WIB
SE 09/2020
Minggu, 05 April 2020 | 08:39 WIB
KELAS PPN
Minggu, 05 April 2020 | 08:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Minggu, 05 April 2020 | 08:00 WIB
PAJAK DIGITAL