Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Dari Survei BI, Ekonom Proyeksi Indonesia Alami Resesi Ekonomi 2020

A+
A-
5
A+
A-
5
Dari Survei BI, Ekonom Proyeksi Indonesia Alami Resesi Ekonomi 2020

Ilustrasi. Sejumlah warga berbelanja di Pasar Rusun Petamburan, Jakarta, Selasa (28/7/2020). Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi dua daerah pertama penerima dana program Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah karena terdampak sangat besar oleh pandemi COVID-19 pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakatnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Berdasarkan konsensus ekonom dalam Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (SPIME) Bank Indonesia (BI), ekonomi Indonesia diproyeksi akan mengalami resesi sebagai dampak adanya pandemi Covid-19.

Ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 diproyeksi bakal mengalami kontraksi 1,26% (yoy). Kontraksi ekonomi kemudian diprediksi masih akan berlanjut pada kuartal III/2020 dengan minus 0,82%. Secara teknikal, ada resesi ekonomi karena terkontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Kondisi perekonomian diproyeksi akan berangsur pulih mulai kuartal IV/2020. Pada kuartal terakhir tahun ini, para ekonom sepakat perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh hingga sekitar 1,13%.

Baca Juga: APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

“Responden memperkirakan kinerja perekonomian akan terus membaik hingga tercatat tumbuh 2,86% (yoy) pada kuartal II/2021," tulis BI dalam laporan SPIME, dikutip pada Rabu (29/7/2020).

Dalam setahun penuh, ekonomi Indonesia diproyeksi masih mampu tumbuh tipis sebesar 0,03%. Seperti diketahui, tekanan pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi pandemi Covid-19 yang menekan daya beli masyarakat dan ekonomi global yang berdampak pada kegiatan ekspor impor.

Pada 2021, konsensus ekonom tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 3,46%, belum tumbuh normal di level 5% sebagaimana yang terjadi pada beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sisa Dana Burden Sharing Masih Bisa Digunakan pada APBN Tahun Depan

Dari sisi inflasi, ekonom memperkirakan kenaikan indeks harga konsumen Indonesia hingga akhir 2020 bakal rendah di level 2,51%. Level inflasi ini lebih rendah dari inflasi 2019 sebesar 2,72% dan sudah mencakup dalam sasaran inflasi 2020 pada level 2%-4%.

"Responden menyatakan bahwa penurunan tekanan inflasi tersebut terutama diindikasikan disebabkan oleh kecenderungan penurunan harga komoditas dunia serta adanya keyakinan harga barang dijaga oleh pemerintah," tulis BI dalam SPIME.

Pada kuartal III/2020 inflasi diperkirakan mencapai 2,37%, lebih tinggi dari kuartal II/2020 yang sebesar 1,96%. Lonjakan tekanan inflasi ini terutama didorong oleh dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dipercaya bakal mendorong permintaan. (kaw)

Baca Juga: Tekan Harga, Mendag Kirim 3.000 Ton Miyak Goreng 'HET' ke Maluku-Papua

Topik : resesi, perekonomian Indonesia, PDB, BI, Bank Indonesia, virus Corona

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:00 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI KUARTAL II/2022

Konsumsi dan Investasi Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:42 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal II/2022 Tumbuh 5,44 Persen

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:21 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Menteri Jokowi Kompak Yakin Ekonomi Kuartal II/2022 Tumbuh di Atas 5%

Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Anggota DPR Minta Kemenkeu Perbaiki Strategi Komunikasi Soal NIK-NPWP

berita pilihan

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KP2KP PINRANG

Tak Hanya Kumpulkan Data, Kantor Pajak Juga 'Tandai' Kedai Kekinian WP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Semua Sistem DJP Bakal Pakai NIK Sebagai Basis Data Wajib Pajak OP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:09 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA

Peta PBB Bisa Diakses di Aplikasi 'Jakarta Satu', Ada ID Objek Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
APBN 2022

APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:23 WIB
KP2KP PANGKAJENE

Belum Tuntas Lapor SPT, Pemilik Kedai Makan Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PAJAK DAERAH

BPKP Sebut Banyak Pemda Tak Serius Tetapkan Angka Target Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH

Cara Blokir STNK Secara Online di Provinsi Jawa Barat