Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Cara Mengajukan Permohonan Penghapusan NPWP Badan

A+
A-
9
A+
A-
9
Cara Mengajukan Permohonan Penghapusan NPWP Badan

WAJIB pajak badan bisa mengajukan permohonan penghapusan NPWP. Penghapusan NPWP wajib pajak badan dapat dilakukan jika wajib pajak badan dilikuidasi, dibubarkan karena penghentian, atau dibubarkan karena penggabungan usaha.

Penghapusan NPWP wajib pajak badan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 147/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Wajib Pajak dan Penghapusan NPWP serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PMK 147/20217).

Merujuk pada Pasal 33 ayat (1) PMK 147/2017, wajib pajak badan harus memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat menghapus NPWP. Pertama, tidak mempunyai utang pajak. Kedua, tidak dalam proses penyelesaian persetujuan bersama.

Baca Juga: Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Ketiga, tidak sedang dilakukan tindakan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, atau penuntutan tidak pidana di bidang perpajakan.

Keempat, tidak dalam proses penyelesaian kesepakatan harga transfer. Kelima, seluruh NPWP cabang atau nomor identitas tempat kegiatan usaha (NITKU) telah dihapus. Keenam, tidak dalam proses penyelesaian upaya hukum di bidang perpajakan.

Lantas, bagaimana cara menghapus data NPWP milik wajib pajak badan secara tertulis? Sehubungan dengan hal ini, DDTCNews akan menjelaskan tata cara menghapus data NPWP wajib pajak badan secara tertulis.

Baca Juga: Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Untuk diperhatikan, permohonan penghapusan NPWP diajukan oleh wajib pajak yang bersangkutan, wakil, atau kuasa wajib pajak. Hal ini diatur dalam Pasal 34 ayat (3) Peraturan Dirjen Pajak No. PER-04/PJ/2020.

Kemudian, pengajuan permohonan penghapusan data NPWP wajib pajak badan tercantum dalam Pasal 35 PER-04/PJ/2020. Mengacu pada ketentuan tersebut, wajib pajak badan harus mengisi dan menandatangani formulir penghapusan NPWP dan melampirkan dokumen pendukung.

Dokumen pendukung yang dimaksud antara lain fotokopi akta pembubaran badan atau dokumen sejenis lainnya yang telah disesuaikan oleh instansi berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Wajib pajak dapat menyampaikan formulir dan dokumen pendukung melalui tiga metode. Pertama, secara langsung ke KPP tempat wajib pajak terdaftar atau KP2KP. Kedua, pos dengan pengiriman surat.

Ketiga, perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat wajib pajak terdaftar. Setelah memeriksa kelengkapan dokumen, petugas akan mengirimkan bukti penerimaan surat (BPS) kepada wajib pajak.

Lalu, Kepala KPP atau KP2KP akan memberikan keputusan menolak atau menerima permohonan NPWP setelah jangka waktu 12 bulan sejak permohonan diterima lengkap. Dalam hal ini, wajib pajak harus membawa BPS asli. (rig)

Baca Juga: Masyarakat Perlu Waspadai Penipuan, Bea Cukai: Tak Perlu Takut Lapor

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : tips pajak, tips, pajak, penghapusan NPWP, NPWP badan, NPWP, wajib pajak badan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 08:47 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Lanjutkan Implementasi Penyusunan Daftar Prioritas Pengawasan

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

Selasa, 29 November 2022 | 22:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Sebut Sudah 52,9 Juta NIK telah Terintegrasi dengan NPWP

Selasa, 29 November 2022 | 18:30 WIB
PER-04/PJ/2020

Begini Cara Tentukan Tempat Kedudukan Badan Sesuai Keadaan Sebenarnya

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 12:15 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

BPS Catat Inflasi November 2022 Sebesar 5,42%, BBM Masih Punya Andil

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:33 WIB
RPP HKFN

Penerbitan Obligasi Daerah Cukup Pakai Perkada, Begini Rancangannya

Kamis, 01 Desember 2022 | 11:09 WIB
EKONOMI DIGITAL

Ekonomi Digital Melesat, Banyak UMKM Perlu Masuk Marketplace dan Ritel

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Waduh, Aduan Penipuan Berkedok Petugas Bea Cukai Melonjak Drastis

Kamis, 01 Desember 2022 | 10:00 WIB
KPP MADYA DENPASAR

Konfirmasi Soal Omzet, Petugas Pajak Kunjungi Pabrik Roti

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:45 WIB
KOTA SAMARINDA

Patuhi UU HKPD, Samarinda Bakal Atur Seluruh Jenis Pajak dalam 1 Perda

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:31 WIB
HUT KE-15 DDTC

Daftar Pemenang Lomba Menulis Artikel Pajak 2022 Berhadiah Rp55 Juta

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dukung Program Kendaraan Listrik, Industri Keuangan Ditawari Insentif

Kamis, 01 Desember 2022 | 08:50 WIB
BERITA PERPAJAKAN HARI INI

Masyarakat Perlu Waspadai Penipuan, Bea Cukai: Tak Perlu Takut Lapor